Terkni, Makassar — Sengketa lahan SD Inpres Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya, masih berlanjut. Pasca penyegelan kembali oleh ahli waris, Senin, 22 Juli 2024, Pemkot Makassar bergerak cepat menggelar rapat koordinasi di Balai Kota.
Upaya ini diharapkan dapat menuntaskan polemik yang berkepanjangan dan mengganggu proses belajar mengajar siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Muhyiddin Mustakim, menegaskan komitmen Pemkot untuk menyelesaikan sengketa ini. “Sebentar, insyaallah ada rapat koordinasi di Balai Kota jam 2. Kami mengundang semua pihak terkait, termasuk BPN, Polres, Aset, dan Disdik untuk membahas solusi,” kata dia.
Muhyiddin mengakui bahwa penyegelan sekolah berdampak pada proses belajar mengajar siswa. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, pembelajaran dialihkan ke daring.
“Kemarin kita komitmen, minta hari Senin tetap belajar, tetapi disegel. Jadi tetap belajar daring, sambil menunggu hasil rapat besok,” jelasnya.
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
- Semarak HUT RI ke-81, Makassar Pilih Perayaan Merakyat dan Tetap Efisien
- ITH dan Pemkab Pinrang Perkuat Sinergi Melalui Penandatanganan MoU dan IA
- Dilapor ke Polisi Diduga Pukul Siswa, Guru UPT SDN 14 Tamalatea Bantah Lakukan Kekerasan
- Kukuhkan 1.532 Lulusan Polbangtan/PEPI, Kementan Perkuat SDM Pertanian
Ia pun menepis anggapan bahwa Pemkot tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, komunikasi dengan ahli waris melalui kuasa hukumnya terus dilakukan.
“Kemarin kita sudah ketemu ahli waris langsung di Biringkanaya, tidak mungkin kita tidak koordinasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menekankan pentingnya sertifikat sebagai dasar pembelian aset.
“Kita tidak boleh membeli aset cuma berdasarkan hasil putusan MA, harus ada sertifikat. Maka, kita bilang sertifikatkan dulu itu, baru kita ganti rugi,” tandasnya.
Ia pun mengungkapkan informasi baru terkait peta Gelora Sudiang yang menunjukkan bahwa tanah sengketa tersebut masuk dalam aset pemerintah.
“Sekarang dilihat, ternyata ada peta Gelora Sudiang yang masuk itu tanah. Saya dapat informasi begitu, makanya saya bilang di fight saja di situ, ada dokumen yang didapat, artinya ini ada novum baru,” jelasnya.
Rapat koordinasi sebentar menjadi momen krusial bagi Pemkot Makassar untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menyelesaikan sengketa lahan SD Inpres Pajjaiang. Diharapkan, solusi yang dihasilkan dapat mengedepankan kepentingan semua pihak dan mengembalikan ketenangan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
