Polisi Dalami Laporan Pramugari Siwi Soal Tudingan Wanita Simpanan Petinggi Garuda Indonesia

Garuda Indonesia
Pramugari Garuda Indonesia, Siwi. (Foto: Detik)

Terkini.id, Jakarta – Pramugari maskapai Garuda Indonesia bernama Siwi Widi Purwanti mempolisikan akun Twitter @digeeembok lantaran merasa nama baiknya dicemarkan oleh akun Twitter tersebut.

Diketahui, akun @digeeembok mengunggah cuitan di Twitter pada 9 Desember 2019 yang menyebut bahwa Siwi adalah gundik alias wanita simpanan salah satu petinggi Garuda Indonesia bernama Heri Akhyar.

“88. Kalo ARI ASKHARA dirut punya gundik Puteri Ramli. Maka Heri Akhyar gak mau kalah. Doi punya gundik juga bernama Siwi Sidi. #DirutGarudaKancut,” cuit @digeeembok.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian mulai bergerak melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

Polisi akan meminta keterangan dari Siwi sebagai pihak terlapor pada Senin, 13 Januari 2020, lusa.

Diketahui, laporan Siwi terhadap akun Twitter digeeembok diterima pihak kepolisian tertanggal 28 Desember 2019 dengan nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 43 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

“Iya betul, ada laporannya, Senin pelapor dipanggil,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, seperti dilansir dari Detik, Sabtu, 11 Januari 2020.

Pihak terlapor yakni Siwi, kata Yusri, akan dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

“Siwi akan diminta klarifikasi terkait laporannya terhadap akun digeeembok. Pemilik akun digeeembok terlapornya, masih penyelidikan,” terangnya.

Polisi juga akan menganalisis barang bukti terkait laporan dari pihak pelapor. Barang bukti sudah diambil oleh pihak kepolisian dan akan dianalisis.

“Setelah diperiksa (pelapor), akan dipanggil saksi ahli,” ujar Yusri.

Setelah pelapor selesai diperiksa, polisi akan melakukan gelar perkara atas laporan tersebut.

“Gelar perkara dilakukan untuk memberikan kesimpulan akhir, apakah laporan itu layak ditingkatkan ke tingkat penyidikan atau tidak,” terang Yusri.

“Setelah sudah lengkap akan digelar, apakah memenuhi unsur untuk naik sidik (penyidikan),” jelasnya.

Komentar

Rekomendasi

Belum Cukup Setengah Hari, 38 Orang Dimakamkan karena Corona di DKI Jakarta

Pemprov Sulsel Kaji Dampak Korona di Industri Pariwisata dan Ekraf

Bupati Morowali Utara Meninggal di Makassar, Sempat Dites Covid-19

Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia di RSUP Wahidin Makassar

Polisi Tangkap Warga yang Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Terduga Corona

Viral, Driver Ojol Ini Lindungi Makanan Pesanan Pelanggan dari Semprotan Disinfektan

Hendak Kabur, Pasien Positif Corona Ini Pukul dan Gigit Perawat

Beredar Kabar 6 Penumpang Kapal dari Sulawesi Positif Corona, Ini Faktanya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar