Polisi Selidiki FUI Bubarkan Pertunjukan Seni, Denny Siregar: Harus Dihajar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari kabar soal polisi turun menyelidiki aksi ormas Forum Umat Islam (FUI) yang membubarkan paksa pertunjukan seni warga di Sumatera Utara.

Denny Siregar lewat cuitnnya di Twitter, Rabu 7 April 2021, menilai ormas FUI tersebut harus ‘dihajar’ oleh aparat kepolisian.

“Harus dihajar pak DivHumas_Polri,” cuit Denny Siregar menandai Twitter Polri.

Baca Juga: Denny Siregar Singgung Penjilat di Sekitar AHY, Politisi Demokrat Balas...

Menurutnya, jika aksi yang dilakukan FUI itu dibiarkan maka nantinya ada kelompok ormas lainnya yang juga ikut main hakim sendiri.

“Jangan sampe ada kelompok yang main hakim sendiri. Kalau dibiarkan, itu akan membuat gesekan keras di jalanan,” tutur Denny Siregar.

Baca Juga: Sindir Roy Suryo Dikit-Dikit Lapor Polisi, DS: Tapi Dia Juga...

Dalam kicauannya itu, Denny Siregar juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘Polisi Selidiki FUI Sumut Bubarkan Kuda Kepang, 15 Orang Diperiksa’.

Mengutip Detik.com, Rabu 7 April 2021, Anggota FUI Sumatera Utara (Sumut) adu pukul dengan sejumlah warga saat membubarkan pertunjukan kuda kepang di Medan.

Polisi pun mengatakan bahwa peristiwa itu berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertunjukan.

Baca Juga: Sindir Roy Suryo Dikit-Dikit Lapor Polisi, DS: Tapi Dia Juga...

“Dari kronologi, ada warga kita nggak tahu dadakan atau bagaimana, bikin jaran kepang. Ya sudah, kemudian mungkin ada orang FUI membubarkan jadi ribut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak.

Namun, Budiman tidak mengetahui proses pembubaran yang dilakukan anggota FUI tersebut. Dia mengatakan awalnya karena cekcok akibat pembubaran itu.

“Kita nggak tahu cara membubarkannya seperti apa, kurang sopan atau gimana. Awalnya ribut mulut jadi pukul-pukulan,” ungkapnya.

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul yakni warga dan FUI telah membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu.

“Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa,” ujarnya.

Bagikan