Politikus PKS: Jika Pemilu 2024 Diundur, Bisa Jadi Kita Terjebak Pada Failed State!

Politikus PKS: Jika Pemilu 2024 Diundur, Bisa Jadi Kita Terjebak Pada Failed State!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaWacana penundaan Pemilu 2024 hingga penambahan masa jabatan Presiden Jokowi kini disoroti Politisi PKS, Mohammad Sohibul Iman.

Hal tersebut disampaikan Mohammad Sohibul Iman melalui sebuah cuitan di akun media sosial Twitter miliknya baru-baru ini.

Melalui sebuah cuitannya, Politikus PKS ini mengatakan bahwa jika Pemilu 2024 diundur akan jadi kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

“Jika Pemilu 2024 diundur dan jabatan Presiden Joko Widodo diperpanjang, ini akan jadi contoh bagi presiden-presiden berikut untuk dengan seenaknya mengamandemen konstitusi sesuai kepentingannya,” ucapnya.

Jika benar terjadi, Sohibul menyebut akan membuat demokrasi di Indonesia akan semakin sulit.

Baca Juga

Ia berharap para elite politik tidak bermain-main dengan konstitusi ini.

“Ini membuat demokrasi kita makin sulit konsolidasi. Bisa jadi kita terjebak pada failed state. Semoga kita tidak main-main,” pungkasnya. Dikutip dari Fajaronline. Minggu, 27 Februari 2022.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya mengusulkan Pemilu 2024 ditunda 1–2 tahun demi menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Usulan itu disambut oleh Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang sepakat Pemilu 2024 ditunda.

Sementara itu, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto belum diketahui mendukung atau menolak usulan menunda Pemilu 2024.

Sejauh ini, PDI Perjuangan (PDIP) jadi salah satu partai yang tegas menolak Pemilu 2024 ditunda karena tak memiliki landasan hukum yang kuat.

Terkait itu, Umam menyampaikan sikap PDIP perlu diapresiasi.

“Penegakan konstitusi membutuhkan kedisiplinan dan ketertiban untuk menjalankannya,” terang Umam.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.