Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Tubagus Hasanuddin atau TB mengungkapkan adanya kelompok anti-Cina yang mendorong Indonesia untuk bergabung dengan aliansi AUKUS.
Adapun AUKUS merupakan aliansi negara yang terdiri yaitu Australia, United Kingdom (Inggris), dan United State (Amerika Serikat).
Padahal, kata TB, sejak awal Indonesia tetap teguh pada pendiriannya untuk menjadi negara yang bebas aktif dalam politik luar negerinya.
Oleh karenanya, Anggota Komisi I DPR RI itu menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dengan kubu ke negara mana pun.
“Indonesia tetap tegak tidak pernah ikut blok kanan, blok kiri, blok A dan blok B,” katanya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Mahendra Siregar di Kompleks Parlemen Jakarta, pada Rabu, 22 Agustus 2021, dilansir dari Sindo News.
- Disebut Anak Ingusan oleh Politisi PDIP, Gibran Rakabuming: Terima Kasih Masukannya
- SBY Turun Gunung, Politisi PDIP: Saya Curiga Edhie Baskoro yang Mau Dicalonkan
- Sikap Puan Maharani Dapat Sorotan, yang Dulunya Nangis Sekarang Ikut Dukung Kenaikan Harga BBM
- Ruhut Sindir Effendi, Nicho Silalahi: Lebih Baik Gagal Jadi Mentri Ketimbang Gagal Jadi Bapak!
- Soroti Kenaikan Harga BBM, Ruhut Sitompul: BBM Itu Pahit Tapi Bisa Jadi Obat!
“Akhir-akhir ini kalau menyikapi ada AUKUS, kita juga terikat dengan Traktat Bebas Nuklir di wilayah ASEAN yang kita adopsi dengan UU No. 7/1997 dengan syarat meratifikasi Traktat itu saya kira sudah jelas,” tambahnya.
TB juga mengaku bahwa akhir-akhir ini, dirinya berbicara dengan kelompok yang tak suka Indonesia “dekat” dengan Cina.
Menurut Jenderal purnawirawan TNI AD itu, Pemerintahan saat ini dikatakan komunis karena dianggap terlalu dekat dengan Cina.
“Dan kelompok ini ada dan real dan mereka mohon maaf mendesak kita untuk ikut masuk ke dalam blok-Amerika yang notabene ikut dengan AUKUS, mungkin jadi AUKUSI. Itu Australia, UK, US, dan I. Nah, itu pernah bergelinding, saya pernah berdiskusi,” bebernya.
TB mengungkapkan, saat ia berdiskusi dengan rekan-rekannya sesama mantan prajurit TNI, mereka meminta Komisi I untuk memperkuat persenjataan Indonesia untuk melawan.
Terkait itu, ia pun mempertanyakan pihak yang mana yang akan dilawan sebab Indonesia tentu tidak bisa membentuk TNI hanya untuk bertempur.
Sebab, menurut TB, yang penting adalah menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya mohon dengan hormat dua sisi ini dan barangkali di lingkungan kita saja, di ruangan ini bisa jadi mulai panas,” kata TB.
“Semalam saya berdiskusi jadi pembicara di TV swasta, itu juga begitu, bahwa dengan adanya AUKUS membelah NKRI menjadi 2 bagian, ngeri kali dalam hati,” tambahnya.
TB lalu mengingatkan bahwa Indonesia punya kode etik yang diluncurkan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi.
Kode etik itu menyebut bahwa Untuk menyelesaikan masalah-masalah di wilayah laut, cara yang digunakan adalah duduk dan bicara, tidak boleh menggunakan senjata atau kekerasan apa pun.
“Dan menurut hemat saya ini sudah benar, begitu. Kita tidak boleh terpancing ke manapun malah justru di antara 2 perang, ini kan perang dingin gaya baru di wilayah baru, mungkin sebentar lagi wilayah Eropa juga akan terbelah, sudah terbelah sekarang,” kata TB.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
