Terkini.id, Jakarta – Media sosial diramaikan dengan penuturan seorang calon taruni Akpol yang digugurkan karena dinyatakan positif covid-19.
Calon taruni Akpol (Akademi Kepolisian) di Kepulauan Riau tersebut tak lolos seleksi, padahal dia meraih peringkat satu dalam seleksi tersebut, namun tereliminasi karena terkonfirmasi positif Covid-19.
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan bahwa Polri merasa kehilangan calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19.
Walaupun calon taruni calon yang dinyatakan positif itu mendapat rangking teratas di bidang akademis.
Polri, ujar Argo, tetap mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk mencoba kembali pada pembukaan Akpol di tahun yang akan datang.
“Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu 8 Agustus 2020.
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
Sementara itu, Argo menambahkan bahwa kasus gagal calon taruna/taruni Akpol, tidak cuma terjadi Polda di Kepulauan Riau saja melainkan juga terdapat di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.
“Juga ada yang dipulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peserta lain untuk tertular Covid-19,” ujar dia.
Argo memastikan bahwa proses seleksi penerimaan di masa pandemi Covid-19 tetap harus mengedepankan protokol kesehatan.
“Panitia seleksi sebelum pelaksanaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah,” kata Argo
Kemudian, menurut Argo, seleksi taruna atau taruni Akpol di masa pandemi Covid-19 ini, selain dinilai kesehatan, jasmani, psikologi dan akademiknya. Seluruh peserta calon baik taruna atau taruni Akpol 2020 harus dinyatakan bebas dari paparan virus corona.
“Peserta harus bebas Covid-19 yang dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
