Makassar Terkini
Masuk

PP Muhammadiyah Terima Kedatangan Ahlulbait Indonesia, Netizen Ramai-ramai Ingatkan Bahaya Syiah

Terkini.id, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni bersama pimpinan Muhammadiyah lainnya menerima kunjungan delegasi ormas Ahlulbait Indonesia (ABI) di kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 7 Juni 2022.

Syafiq mengungkapkan, bila kita saling memahami, maka kita akan saling mencintai.

Hanya saja, pertemuan tersebut tidak ditanggapi positif oleh para netizen di media sosial. Di akun facebook persyarikatan Muhammadiyah, warganet ramai ramai mengingatkan terkait bahaya Syiah.

Hal itu lantaran, Ahlul Bait merupakan sebutan untuk kelompok Syiah, salah satu aliran yang dituding sesat dan melaknat sahabat Nabi. 

“Sedang ada misi masuk kedalam nih…
Semoga Alloh Subhana Wa Ta’ala selalu melindungi Muhammadiyah dan kita dari ancaman ajaran kaum tsb, jgn sampai spt kampung sebelah yg sebagian sdh tercemari oleh ajaran2 kaum tsb.
Na’udzubillah,” tulis akun Ilham Balet.

“Syi’ah itu, Muhammadiyah hati hati jangan sampai terpengaruh kalau perlu tolak,akidah sudah beda,” tulis akun Usman.

Isi Dialog Kunjungan

Dalam kesempatan tersebut, Syafiq menjelaskan terkait Muhammadiyah dan Ahlul Bait Indonesia, perlu saling mengenal agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Dengan saling memahami itulah kemudian kita saling mencintai,” ujar Syafiq di sela kunjungan delegasi ormas Ahlulbait Indonesia (ABI).

Syafiq juga menekankan pentingnya komunikasi dan rasa saling mencintai yang tidak terputus di tengah perbedaan-perbedaan yang ada. Menyikapi perbedaan, Syafiq mengatakan bahwa Muhammadiyah bersikap rasional, toleran, dan demokratis.

“Soal perbedaan memang ada, tapi itu bukan hanya terhadap ABI. Juga terhadap yang lain, bahkan di dalam Muhammadiyah juga sering kali ada perbedaan, tegasnya.

“Kita anggap sebagai sesuatu yang wajar. Yang penting adalah bagaimana menyikapi itu secara dewasa. Dengan saling mengenali, maka ABI dan Muhammadiyah bisa melakukan gerakan-gerakan yang sama untuk kepentingan masyarakat,” tambah Syafiq.

Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang juga hadir pada pertemuan itu menyampaikan apresiasinya atas kunjungan delegasi ABI ke PP Muhammadiyah.

“Pertemuan ini saya pandang sangat penting,” ujarnya. Sebab, menurutnya, banyak hal disalahpahami yang berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik melalui silaturahmi.

Abdul Mu’ti kemudian menceritakan soal isu Al-Qur’an Muslim Syiah yang katanya berbeda dengan Al-Qur’an yang diyakini umat Muslim dari mazhab lain. “Saya bilang, siapa yang bilang beda?” tanyanya.

“Itu karena belum membaca saja, saya baca tafsir-tafsir yang ditulis oleh para ulama Syiah dan Al-Qur’annya sama. Kalau tafsirnya beda, di kalangan Sunni juga tafsirnya beda-beda, tapi Al-Qur’annya kan sama,” ujarnya.

“Nah, yang seperti ini memang terkadang menjadi persoalan tersendiri karena tidak ada upaya memahami dari dalam komunitas Ahlul Bait,” lanjutnya.

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa Islam menjadi kuat karena bisa saling menerima, memahami, dan pada akhirnya juga semua kembali kepada pilihan masing-masing. “Dan yang disalahpahami tidak hanya Syiah, Muhammadiyah juga sering,” tuturnya.

Karena itu, ia mengatakan bahwa seharusnya umat Islam tidak lagi mewarisi konflik masa lalu dan harus mulai melintas batas, dengan mencoba membangun relasi baru.

Ketua Umum ABI, Habib Zahir bin Yahya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyambutan penuh hangat dan apresiasi dari Ketua dan sejumlah pengurus PP Muhammadiyah terhadap delegasi ABI.

Habib Zahir mengatakan bahwa tujuan kedatangan perwakilan ABI yang dipimpinnya kali ini adalah untuk bersilaturahmi dan saling mengenal satu sama lain.

Habib Zahir juga menegaskan komitmen Ormas ABI atas prinsip-prinsip kebangsaan, ukhuwah, toleransi, perdamaian, dan sejenisnya. “Ormas ABI berdiri di atas nilai-nilai tersebut,“ ungkapnya.

Dia juga berharap agar ormas ABI mendapat kesempatan untuk ikut mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman yang telah dimiliki ormas-ormas besar keislaman, khususnya Muhammadiyah yang telah terlihat manfaatnya bagi masyarakat, di berbagai lini dan bidang, terutama sosial, pendidikan, dan lainya.

“Kami pun ingin menjadi ormas yang bermanfaat bagi masyarakat luas, komunitas, dan umat manusia,“ ujar Habib Zahir.

Dia juga berharap, Muhammadiyah turut mendukung hak-hak dasar dan asasi komunitas Muslim Syiah, agar menikmati hak-hak dasarnya dalam hidup dan berkeyakinan, serta dalam mengamalkan ibadah sesuai keyakinannya sebagai bagian tak tepisahkan dari warga Indonesia.

Delegasi ABI yang berkunjung dipimpin Habib Zahir terdiri dari Wakil Ketua Umum Ustaz Ahmad Hidayat, Anggota Dewan Syura Ustaz Muhsin Labib, Sekjen Sayyid Ali Ridho, Wakil Bendahara Umum Fatah Masinai, dan Ketua Bidang Humas dan Penerangan ABI Ustaz Dede Azwar.

Pada kesempatan tersebut Habib Zahir memberikan cindera mata berupa Buku Putih Mazhab Syiah dan Buku Manifesto ABI kepada Ketua PP Muhammadiyah Syafiq.