PP Muhammadiyah: Kalau Pemudik Dihentikan Petugas, Cukup Bilang TKA China

Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mukti menanggapi sebuah video viral yang memperlihatkan pemudik yang tengah mengendarai mobil menyeberangi sebuah sungai.

Lewat unggahannya di Instagram, petinggi PP Muhammadiyah ini memberi saran kepada para pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya.

Adapun saran yang dilontarkan Abdul Mukti dinilai publik sebagai sindiran terhadap peristiwa masuknya tenaga kerja asing (TKA) China ke Indonesia di tengah larangan mudik bagi warga pribumi.

Baca Juga: Soal Bagi-bagi Jabatan Komisaris, Muhammadiyah: Mereka Sudah Berjasa Jadi Jonggos...

Abdul Mukti pada unggahannya di Instagram miliknya Abe_mukti mengatakan, pemudik harusnya sedikit lebih cerdas. Menurutnya, orang-orang dalam video viral tersebut tidak perlu mudik lewat jalur sungai melainkan bisa lewat jalur darat.

“Kalau mau sedikit cerdik, pemudik tidak perlu lewat sungai seperti itu. Lewat jalur biasa saja,” tulis Abdul Mukti.

Baca Juga: Geger Masjid Muhammadiyah Akan Didirikan, Warga NU Protes Keras: Sangat...

Namun, kata Abdul, apabila pemudik tersebut dihentikan petugas di tengah jalan maka cukup mengaku sebagai TKA China ke sang petugas.

“Kalau diberhentikan petugas, cukup bilang: kami TKA dari China. Mungkin akan diizinkan. Selamat mencoba,” kata Abdul Mukti.

Unggahan Sekum PP Muhammadiyah bernada sindiran tersebut sontak menuai komentar dari netizen.

Baca Juga: Ketua FUIB Sulsel Sebut 3 Hal Bisa Atasi Problematika Negara

Salah satu netizen, Fatih_rsan mengucapkan terima kasih atas tips mudik yang diberikan Abdul Mukti tersebut.

“Boleh dicoba, makasih prof sarannya,” ujar netizen Fatih_rsan.

Sementara netizen lainnya, Muhajirinyusuf menganggap saran dari petinggi PP Muhammadiyah tersebut tidak akan efektif lantaran petugas tak bakal percaya karena pemudik yang merupakan warga pribumi tidak memiliki perawakan yang sama dengan orang-orang China.

“Angel Prof. Kulit hitam, mata ndak sipit, petugas nda bakal percaya,” ujarnya.

Bagikan