Praktisi Nilai Program Paslon Al-John Jelas dan Realistis

Al-John
Paslon Pilkada Tana Toraja, Al-John

Terkini.id, Tana Toraja – Debat kandidat pemilihan kepala daerah kabupaten Tana Toraja telah berlangsung sejak Sabtu lalu, 31 Oktober. Beberapa masyarakat Tana Toraja termasuk akademisi menyimpulkan bahwa program Al-John lebih realistis.

Salah satunya Praktisi dan Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis salah satu Perguruan Tinggi Swasta terkemuka di Makassar, Dr. Sita Sabandar SE.MM.Ak. 

Setelah mendengarkan pemaparan visi misi semua paslon, Dr. Sita berpendapat bahwa paslon nomor urut 1 tidak menggunakan waktu yang diberikan dengan efektif untuk menurunkan visi misinya ke dalam program kerja.

“Paslon Al-John mampu memaparkan visi misinya secara singkat, jelas, tidak bertele-tele dan tepat waktu pada saat debat. Sedangkan paslon lain terkesan tidak siap dan normatif,” ungkap Dr. Sita Sabandar, Selasa, 3 November 2020.

Dia juga menilai bahwa Paslon 2 tidak spesifik menyampaikan hasil kinerjanya selama memerintah Kabupaten Tana Toraja. 

Menarik untuk Anda:

“Paslon Nomor urut 2 inikan incumbent jadi seharusnya harus jelas memaparkan keberhasilannya dan apa kelanjutannya karena sudah ada baseline,” tambahnya

Menurut Dr. Sita, Paslon 3 dalam memaparkan visi misi didukung oleh data, sangat reliable, realistis dan tepat sasaran terhadap kondisi sekarang dan tantangan ke depan.

“Visi misi pasangan Al-John yaitu Mandiri, adil, berjejaring dan hasil akhirnya unggul tersirat Program yang rasional dan tentunya indikator keberhasilan programnya pasti jelas. Keadilan juga merupakan salah satu sorotan lain yang menarik dari paslon ini yang belum diterjemahkan secara lugas oleh kedua paslon lain,” ujarnya.

Praktisi yang juga dosen ekonomi bisnis ini juga menambahkan, substansi dan esensi dari visi dan misi pasangan Al-John ialah memanfaatkan informasi teknologi sehingga pemerintahan bisa transparan melalui good governance.

Dalam bidang pengembangan sektor pariwisata contohnya, pasangan Albertus Patarru dan John Diplomasi akan mengembangkan sektor pariwisata Tana Toraja yang mumpuni dan terstandarisasi.

“Yang saya saksikan dari penjelasan Albertus Patarru adalah program ini bertumpu pada pengembangan ekonomi kreatif dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemasaran,” jelas Dr. Sita.

“Sangat tepat, menghadapi situasi Covid-19 baik di masa sekarang dan pasca pandemi penguatan sektor UMKM berbasis digital lah yang mampu menjadi penyangga sistem perekonomian Tana Toraja dalam mengantisipasi resesi. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025 yang menyasar tujuan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan,” pungkasnya.

Berita ini telah tayang sebelumnya di : https://toraja.terkini.id/2020/11/04/program-al-john-tentang-antisipasi-ketimpangan-ekonomi-lebih-realistis-dan-tepat-sasaran/

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

John Rende Mangontan Siap Maju di Musda Golkar Tana Toraja

Pasangan NIVI Menang Versi Hitung Cepat di Tator, Welem: Tunggu Rekapitulasi KPU

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar