KOPEL Indonesia Sebut Masih Ada Desa Terisolir dan Tak Tersentuh Bantuan di Sulbar

Terkini.id, Makassar – KOPEL Indonesia mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi pengungsian akibat gempa di Sulawesi Barat. Tim KOPEL telah bertolak dari Kota Makassar menuju Kabupaten Majene sejak 20 Januari 2021.

Salah satu daerah terparah akibat gempa di Sulbar adalah Kecamatan Malunda di Kabupaten Majene. 

Salah satu relawan KOPEL, Sri Wahyuni, mengatakan saat ini masih ada beberapa desa yang terisolir yang belum bisa dilewati relawan untuk akses membawa bantuan. 

Mereka menyusuri lokasi-lokasi pengungsian untuk membantu meringankan beban para penyintas di Malunda. 

Mungkin Anda menyukai ini:

Relawan KOPEL membawa beberapa kebutuhan pokok, antara lain beras, indomie, air kemasan, juga kebutuhan untuk balita dan anak-anak seperti pokok bayi, selimut, obat-obatan dan makanan ringan lainnya. 

Baca Juga: Gubernur Sulbar Apresiasi IKA Magister Ilmu Biomedik Pascasarjana Unhas Bantu...

“Hari ini kita distribusikan bantuan di 3 titik pengungsian warga Malunda Kabupaten Majene dengan jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak pengungsi hasil pemetaan tim,” ujar Sri, Kamis, 21 Januari 2021.

Sri mengatakan bantuan juga akan masuk Kota Mamuju dalam waktu dekat. Ia mengatakan sudah ada tim yg diturunkan beberapa hari yang lalu bersama dengan kelompok relawan lainnya. 

“Dari situ kita berharap titik-titik pengungsian yang relatif belum terjamah bisa kita kunjungi,” tutupnya.

Bagikan