Terkini, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional.
Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UMI resmi memperoleh Akreditasi LPH Kualifikasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia.
Dengan capaian tersebut, UMI kini menjadi bagian dari jaringan resmi Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional yang berwenang mendukung proses jaminan produk halal di Indonesia.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., mengatakan akreditasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara kepada UMI untuk berperan aktif menjaga kualitas, integritas, dan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
“Halal bukan lagi sekadar label pada kemasan produk. Halal telah berkembang menjadi bahasa kepercayaan global, standar kualitas internasional, dan fondasi ekonomi masa depan.
- Kalla Toyota Raih Awards Otomotif 2026, Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Kepercayaan Pelanggan
- Bupati dan Ketua Kwarcab Pramuka Jeneponto Kunjungi Peserta Jamnas XII di Buperta Cibubur
- Harga Telur Anjlok, DPRD Sulsel Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
- Pemkab Jeneponto Perkuat ETPD Gandeng Bank Sulselbar Perluas Transaksi Digital
- Kinerja Melesat, Laba PDAM Makassar Lampaui Target 2026
Ketika UMI dipercaya menjadi bagian dari jaringan Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sertifikat, tetapi kepercayaan publik, daya saing bangsa, dan masa depan ekonomi umat,” ujar Prof. Hambali.
Menurutnya, dunia saat ini bergerak menuju ekonomi berbasis kepercayaan atau trust economy, di mana kualitas, keamanan, keberlanjutan, dan kehalalan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing produk di pasar global.
Karena itu, UMI memandang keberadaan LPH bukan sekadar unit layanan, melainkan bagian dari visi besar kampus untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, dan generasi mendatang.
“Kami ingin mahasiswa UMI tumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengajarkan bagaimana ilmu itu digunakan untuk menghadirkan kebermanfaatan.
Mahasiswa harus melihat bahwa kampus bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat membangun masa depan, karakter, jejaring, dan pengaruh positif bagi masyarakat,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
