Proyek Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan, Pejabat Setempat Minta Ini

Terkini.id, Makassar – Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare terus digeber. 

Termasuk di Kabupaten Maros sudah dalam tahap pembangunan stasiun, salah satunya di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulsel. 

Namun, saat ini pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare di Desa Marumpa Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros ini, terhambat. 

Baca Juga: Bank Sulselbar Berikan Bantuan Ratusan Juta di Puncak HUT ke-62...

Hal itu karena adanya dua orang warga menolak ganti rugi pembebasan lahan yang diberikan pemerintah. 

Kepala Desa Marumpa, Bakri Saleh,  mengakui, masih ada dua orang warganya yang menolak nilai ganti rugi pembebasan lahan pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare. 

Baca Juga: Tuntaskan Investasi Bodong di Maros, Kompol Ridwan Saenong Dapat Apresiasi...

“Alhamdulillah, dari 4 Km (Kilometer) wilayah kami (Desa Marumpa) yang dilalui rel kereta api 99 persen warga kami di sini yang setuju,”ujarnya pada Kamis, 16 Desember 2021. 

“Sisa dua orang yang tidak mau dan menolak ganti rugi yang ditawarkan pemerintah. Lahannya, kira-kira sisa sekitar 3 ribu meter persegi,” sambungnya. 

Bakri Saleh berharap, pihak terkait bisa segera merampungkan masalah ini, agar PSN yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo ini bisa berjalan lancar. 

Baca Juga: Tuntaskan Investasi Bodong di Maros, Kompol Ridwan Saenong Dapat Apresiasi...

“Sebagai Kepala Desa Marumpa mewakili warga Marumpa ingin proyek ini berjalan lancar. Ini sangat membantu meningkatkan ekonomi warga. Harus ada penyelesaian dari pihak terkait atas kendala ini,” katanya. 

Salah seorang warga Marumpa, Syahrir menginginkan proyek kereta api Makassar-Parepare segera rampung.

1 2
Selanjutnya
Bagikan