Terkini.id, Morowali – Proyek pembangunan pabrik pengolahan nikel atau smelter sedang dikebut perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi, PT Vale Indonesia. Salah satunya di Morowali, Sulawesi Tengah.
CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, menjelaskan, proyek pembangunan smelter bernama Indonesia Growth Project (IGP) Morowali ini bakal menyerap sedikitnya 12.000 tenaga kerja dalam proses pembangunan.
Bahkan saat puncaknya saat memasuki proses konstruksi, jumlah tenaga kerja diperkirakan terserap bisa mencapai 15.000 orang.
Proyek pembangunan smelter ini ditargetkan rampung pada 2026 mendatang. Nantinya, saat beroperasi, smelter ini akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
Proyek smelter dengan nilai sebesar USD 2,3 miliar ini berkapasitas produksi hingga 73.000 ton nikel dalam FeNi.
Pada 8 Agustus lalu, rapat Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) tentang Rencana Kegiatan Operasi Produksi Pertambangan Bijih Nikel PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Blok Bahodopi telah dilakukan.
Wakil Bupati Morowali Najamudin, yakin proyek tersebut akan berjalan. Apalagi, akan menyerap hingga belasan ribu tenaga kerja.
Hal itu karena Penyusunan Amdal Vale sudah komprehensif dan memperhatikan eluruh aspek, khususnya good mining practices yang selalu mengedepankan aspek-aspek keberlanjutan dalam menambang.
”Apresiasi mendalam saya berikan kepada PT Vale bersama jajaran yang telah menyusun dokumen Amdal ini. Menurut saya, dokumen Amdal ini sangat baik dan lengkap serta bisa menjadi contoh yang baik bagi perusahaan tambang lainnya di Morowali,” kata Najmuddin.
Najamudin meyakini, jika PT Vale laik diberikan rekomendasi untuk melanjutkan proyeknya di Morowali. “Kami yakin bahwa PT Vale layak untuk diberikan status dengan keputusan memenuhi standar untuk melanjutkan pembangunan di Morowali,” tuturnya.
Tak hanya mengapresiasi komitmen penyusunan Amdal, Najamudin juga mengapresiasi PT Vale yang telah menggelontorkan dana investasi yang besar untuk membantu masyarakat Morowali, baik di bidang pendidikan maupun bidang kesehatan.
Menurut Najamudin, hal tersebut mencerminkan komitmen kuat dari PT Vale untuk bersama-sama membangun Kabupaten Morowali ke arah yang lebih baik.
“PT Vale sudah banyak menginvestasikan dana untuk membantu masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Morowali. Hal ini juga bisa kita lihat sebagai kesadaran, bahwa dalam proses industri, PT Vale tidak berdiri sendiri, tetapi berusaha melibatkan masyarakat agar mempunyai rasa kepemilikan terhadap hal yang dikerjakan perseroan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
