Terkini, Makassar – Pilgub Sulsel 2024 yang digelar tanggal 27 November mendatang, akan menjadi duel sengit antara pasangan calon (paslon) Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (Danny-Azhar) melawan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi.
Andalan Hati, akronim dari pasangan Sudirman-Fatmawati diusung 10 partai, yakni NasDem, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, Hanura, Gelora, PSI, dan Perindo. Dominasi dukungan itu memancangkan niat untuk berlayar di kontestasi Pilgub Sulsel.
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Muhammad Surya tahu betul yang berpeluang besar menang adalah Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi. Oleh sebab itu, PSI mantap mendukung pasangan ini.
“Kalau kita runut di awal mungkin PSI yang pertama kali memberikan surat dukungan kepada Andalan. Yang lain itu belakangan-belakangan. PSI itu gak punya kursi di Sulsel tapi dia tahu di mana yang menang. Kita harus menang, kita pilih Andalan,” kata Surya di Hotel Claro Makasssar sesaat lalu.
Meski tak memiliki kursi di DPRD Sulsel, partai baru berlambang bunga mawar ini tak boleh dipandang sebelah mata.
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
- Wujudkan Progran Nasional, Pemkab Jeneponto Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Secara Terintegrasi
- Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
- Oronamin C Gelar Roadshow "NAMI ON MISSION" di Makassar, Sasar 10.000 Anak Muda dengan Kampanye Hidup Sehat
- Tumbuh Fantastis Hingga 44 Persen, BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini
Pengamat politik, Sukri Tamma berpandangan dengan adanya dukungan PSI, bakal calon Gubernur Sulsel berupaya mendapatkan efek dari Ketum PSI Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu Presiden Jokowi.
“Untuk kasus saat ini PSI punya nilai tambah lain yaitu ketua umumnya putra presiden. Tentu saja ada harapan dari keinginan yang meminta dukungan PSI bahwa karena ketumnya putra presiden tentu berharap tuah, ada efek begitu dari PSI yang ketuanya putra presiden. Itu pasti seperti itu,” katanya.
Dekan FISIP Unhas itu menyebut, Jokowi masih punya peran besar dalam cawe-cawe politik. Hal itu dibuktikan dalam kontestasi pilpres baru-baru ini, di mana Gibran ikut bertarung di dalamnya.
“Apalagi kalau berkaca pada pemilu kemarin bagaimana cawe-cawe presiden meski kemudian banyak orang bilang itu tidak cawe-cawe dan seterusnya. Tetapi keberadaan Gibran sebagai wakil Prabwo diyakini sejumlah pihak menjadi jalan masuk presiden ikut andil langsung maupun tidak langsung,”bebernya.
“Itu saya kira harapan cakada ini agar ada efek Jokowi juga diharapkan dari PSI yang dikomandoi oleh Kaesang,”tegas Sukri Tamma.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
