Terkini, Makassar – PSM Makassar tengah berada di persimpangan jalan dalam perjalanan mereka di BRI Liga 1 musim 2024/2025. Pasukan Ramang, julukan tim kebanggaan Makassar, menghadapi tantangan besar yang semakin memperjelas masalah mendasar di tubuh tim: penyelesaian akhir yang buruk.
Ketidakmampuan memanfaatkan peluang emas menjadi batu sandungan utama bagi tim asuhan Bernardo Tavares, yang bertekad membawa PSM bersaing di papan atas.
Sejak awal musim, PSM kerap tampil dominan di lapangan, mengontrol permainan, dan menciptakan banyak peluang. Namun, masalah mereka terletak pada penyelesaian akhir yang kerap meleset dari target.
Kesempatan demi kesempatan terbuang, dan hasilnya sering kali tidak berbanding lurus dengan kualitas permainan yang ditampilkan.
Situasi ini semakin mengkhawatirkan setelah laga pekan ke-10 melawan Persik Kediri di Stadion Batakan, Balikpapan. Meskipun PSM mendominasi jalannya pertandingan, mereka hanya mampu mencetak satu gol, yang dilesakkan oleh Tito Okello.
- Strategi Human Capital Berbasis AI Antar BNI Raih Penghargaan LinkedIn
- Travel Umrah Sulsel Protes Kenaikan Tiket Lion Air, Kerja Sama Dihentikan Sementara
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
Ironisnya, Persik Kediri, yang harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama setelah kartu merah yang diterima pemainnya, justru mampu unggul lebih dulu melalui gol Ezra Walian. PSM baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua, dan pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1.
Pelatih Bernardo Tavares tak menutupi kekecewaannya atas ketidakmampuan timnya menyelesaikan peluang dengan baik. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Tavares mengungkapkan bahwa PSM menciptakan setidaknya tujuh peluang matang yang seharusnya bisa berbuah gol.
“Kami menciptakan banyak peluang, tapi tidak mampu menyelesaikannya dengan baik. Ini adalah masalah akurasi, dan kami harus memperbaikinya jika ingin bersaing di level tertinggi,” ujar Tavares.
Pernyataan pelatih asal Portugal itu menyoroti masalah mendasar yang kerap muncul di pertandingan-pertandingan PSM. Bagi Tavares, meskipun dia senang dengan volume peluang yang diciptakan, kegagalan tim dalam memanfaatkannya menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.
Rekor Kandang Solid, Laga Tandang Menjadi Ujian
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
