Makassar Terkini
Masuk

PTM di Jakarta Masih Dilaksanakan saat Covid Meroket, Ahli Kritik Keras

Terkini.id, Jakarta – Kasus aktif Covid-19 terus meroket di Indonesia dan DKI Jakarta salah satu wilayah penyebaran paling tinggi. Penyebaran Covid di Jakarta dapat mempengaruhi kondisi nasional.

Ahli Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyarankan agar pemerintah segera menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jakarta 100 persen.

Ia juga mengatakan DKI Jakarta adalah wilayah medan perang Covid-19 di Indonesia, oleh sebab itu seharusnya PTM sudah dihentikan.

“PTM harusnya dihentikan, online 100 persen. Karena DKI ini battleground kita. Setiap gelombang itu DKI jadi ukuran,” kata Dicky, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu 5 Februari 2022.

Dicky mengkhawatirkan kondisi anak-anak di Jakarta jika PTM terus dilaksanakan, karena masih ada yang belum menerima vaksin.

“Kita harus memastikan, kita bisa melindungi. Karena yang paling rawan memang anak anak di DKI saat ini. Terutama yang 6 tahun ke bawah kan belum divaksin,” kata dia, dikutip dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan kebijakan pemerintah yang mengizinkan PTM di Jakarta adalah hasil perhitungan keliru karena Indonesia belum optimal dalam tes dan kontak telusur atau tracing.

“Kalau menyepelekan kayaknya enggak ya. Tapi saya khawatirnya miskalkulasi atau karena data sebenarnya. Masalah kita di data juga. Data ini katakanlah sebagai kapasitas tes dan tracing,” jelas dia, dikutip dari CNN Indonesia.

Ia juga menyebut, jika pemerintah tidak segera bertindak untuk mengantisipasi, maka kasus Covid-19 utamanya varian Omicron akan semakin parah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta izin ke Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan untuk menghentikan sementara PTM 100 persen di DKI.

Namun, Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, mengatakan pemerintah pusat tak bisa menghentikan PTM terbatas. Pasalnya, menurut dia, pelaksanaan PTM penting bagi pendidikan siswa.