Puisi | Kembalinya Tragedi 98

Puisi | Kembalinya Tragedi 98

R
Subhan Riyadi
Redaksi

Tim Redaksi

Sekilas, aku pernah melihat tragedi berdarah 98….
Tragedi itu kembali terpampang nyata pada lensa media….

Kepulan asap hitam tengah kota pekatkan angkasa, sesakkan nafas kehidupan,
Ada ku dapati mobil remuk redam korban vandalisme, siapa dalang pelakunya…

Sejarah kelam itu sebenarnya terhapus puluhan tahun lamanya, Allah menghilangkan kejahilan itu dengan hidayah kasih sayang-Nya, menunjukan akurasi sebenar-benarnya.

Rupanya rekaman itu terputar sendirinya, menarik paksa menelan kesengsaraan, bersimbah darah, bermandikan air mata..

Wahai Mahasiswa berjuanglah buat negara dan bangsa, jangan dibutakan feodalisme adu domba…

Baca Juga

Bangkitlah!

Jangan biarkan keringat terbuang percuma,
Lawan para kapitalis durjana itu!! janganlah kalian mati sia-sia, karena membela NKRI…

Kemana rektor, dekan, dosen kalian pada saat terluka….

Jangan tertipu tunggangan palsu, cari untung semata, habis itu lari tunggang langgang, tidak tahu kemana rimbanya…

Perjuangkan keadilan saudara-saudara kalian yang dijebloskan ke penjara oleh keserakahan….

Saudaraku, Allah tidak menciptakan manusia dengan sia-sia dan bukan tanpa tujuan!

Bangkitlah…!
Jika kalian para pemuda penerus bangsa tak juga bangkit melawan para penguasa dhalim yang arogan lagi tamak, maka mereka akan terus memeras darah tak ubahnya lintah darat…

Melawan atau dibantai?!!
Jangan hiraukan perkataan sinisme yang taunya terima amplop diruangan sejuk memalaskan jiwa…

Untuk diketahui saja, negara tidak memfasilitasi rasa rindu kepada ayah dan ibu, juga kepada sanak saudara, keluarga, anak-istri bahkan pacar….

Negara selalu menciderai urusan kita saat bertemu ditengah orasi,

Berjuanglah untuk negara, bukan dendam membara, insha allah akan indah pada waktunya….

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.