Puluhan Rudal Balistik Serang 2 Pangkalan Udara AS, Trump: Semuanya Baik-baik Saja

Puluhan Rudal Balistik Serang 2 Pangkalan Udara AS, Trump: Semuanya Baik-baik Saja

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Dua pangkalan udara Tentara di Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat dan koalisi mendapat hantaman sejumlah rudal balistik, seperti dikabarkan Departemen Pertahanan AS.

Kantor berita negara Iran yang mengutip Garda Revolusi Iran, menyebut serangan ke Pangkalan Al-Asad adalah aksi pembalasan setelah komandan pasukan elite Iran, Jenderal Qasem Soleimani, tewas dalam serangan drone di Baghdad, Irak, pada Jumat 3 Januari 2020 atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung beberapa jam setelah pemakaman Soleimani.

Gempuran kedua terjadi di Irbil sesaat setelah sejumlah rudal menghantam Pangkalan Al-Asad, sebut Al Mayadeen TV.

Sejauh ini, belum diketahui apakah terdapat korban dalam insiden roket di pangkalan Al-Asad dan Irbil tersebut.

Baca Juga

Gedung Putih menyadari laporan serangan dan Presiden Trump “memonitor” situasi.

“Kami mengetahui laporan-laporan serangan pada fasilitas AS di Irak. Presiden sudah diberikan taklimat dan memonitor situasi secara saksama dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya,” sebut juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham.

Garda Revolusi Iran mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas kematian Soleimani.

Komentar Presiden Trump

Puluhan Rudal Balistik Serang 2 Pangkalan Udara AS, Trump: Semuanya Baik-baik Saja

Mengetahui aksi serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memosting cuitan di media sosial dan mengungkapkan kalimat ‘so far, so good’ dan ‘all is well’.

Trump mengungkapkan, setelah serangan rudal tersebut, sejauh ini semuanya baik-baik saja.

“‘Semua baik-baik saja! Rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Korban & kerusakan sedang dihitung sekarang. Sejauh ini baik! Kami memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di mana saja di dunia, ” tweet Trump Selasa malam ketika serangan rudal tersebut usai terjadi.

Trump mengatakan dia akan membuat pernyataan resmi pada Rabu pagi tentang serangan itu.

Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak barat yang dikunjungi Trump pada Desember 2018 dan pangkalan Erbil di Kurdistan Irak sama-sama diserang oleh rudal pada hari Selasa sekitar pukul 5.30 sore (EST).

Pentagon mengatakan rudal itu ‘jelas diluncurkan dari Iran’ untuk menargetkan pasukan militer dan koalisi AS di Irak. Seorang pejabat A.S. mengatakan tidak ada laporan langsung tentang korban Amerika, meskipun bangunan masih digeledah.

Seorang pejabat militer telah mengungkapkan bahwa AS memiliki peringatan dini mengenai peluncuran rudal Iran dan mampu membunyikan alarm setidaknya satu dari dua pangkalan yang ditargetkan.

Mereka yang berada dalam bahaya dapat berebut ke tempat yang aman dan bersembunyi di bunker selama serangan itu, kata pejabat itu kepada USA Today. Pasukan A.S. di pangkalan telah berlatih latihan keselamatan selama beberapa waktu.

Pengawal Revolusi Iran, yang mengendalikan program rudal negara itu, membenarkan bahwa mereka menembakkan roket sebagai pembalasan atas pembunuhan pekan lalu terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani, menurut TV pemerintah.

Mereka melaporkan nama operasi itu ‘Martir Soleimani’ dan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pemakaman jenderal yang dibunuh.

Menteri luar negeri Iran Javad Zarif menyebut serangan itu ‘pertahanan diri’ tetapi mengatakan mereka ‘tidak mencari eskalasi’ tetapi akan membela diri terhadap agresi lebih lanjut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.