Terkini.id, Jakarta – Korea Utara dikabarkan kembali menembakkan proyektil tak dikenal ke arah timur laut pada Minggu 27 Februari 2022.
Sebagai informasi, penembakan proyektil tak dikenal yang dilakukan Korea Utara ini merupakan yang kedelapan kalinya dalam dua bulan terakhir.
Kepala Staf Gabungan (JCS) telah mengonfirmasi hal tersebut dalam sebuah pernyataan. Meskipun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.
“Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke arah timur,” kata Kepala Staf Gabungan, seperti dikutip dari Detik.com.
Pihaknya juga mengatakan penembakan proyektil tak dikenal terjadi di sekitaran wilayah Sunan di Pyongyang pada pukul 07:52 pagi waktu setempat.
- Korut Tembakkan Rudal Lain Saat Korsel Telah Identifikasi Puing-puing Rudal Korut dari Peluncuran Sebelumnya
- Korut dan Korsel Saling Bertukar Tembakan Peringatan di Dekat Perbatasan Laut
- Korut Tembakkan Rudal, WNI di Jepang Dapat Peringatan Untuk Berlindung
- Perdana Menteri Taiwan: Kami Tidak Menyangka Bahwa Tetangga Jahat di Sebelah Kanan Memamerkan Kekuatannya
- Karena Ini, Warga Korut Ramai-Ramai Ajukan Gugatan Cerai
“Saat ini, militer kami mengawasi kemungkinan peluncuran tambahan dan mempertahankan postur kesiapan,” ujar JCS.
Diketahui wilayah Sunan merupakan tempat bagi Korea Utara untuk menguji coba apa yang diklaimnya sebagai peluru kendali taktis pada 17 Januari.
Rudal tersenut disebut KN-24, dan dianggap meniru model Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) milik Amerika Serikat (AS).
Di sisi lain, para analisis menilai Korea Utara seperti sedang mengambil kesempatan untuk memulai kembali pengujian balistik di saat masyarakat internasional terganggu oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Sedangkan Park Won-gon, profesor studi Korut di Ewha Womans University, menilai bahwa peluncuran rudal tersebut menandakan bahwa Korea Utara dapat terus melakukan provokasi militer secara rutin sebagai tindakan “pertahanan diri”.
“Uji coba rudal adalah langkah yang diharapkan. Ini adalah dimulainya kembali peluncuran yang telah ditahan Korea Utara selama Olimpiade Beijing,” pungkas Park.
“Jika Korea Selatan dan komunitas internasional mempermasalahkan peluncuran itu, mereka mungkin akan memprotesnya dengan keras, menyebut protes itu sebagai penerapan ‘standar ganda,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
