Terkini.id, Jakarta – Sedikitnya dua peluru mortir menghantam Zona Hijau di ibu kota Irak dan dua roket menghantam pangkalan yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu 2 Januari 2020.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah serangan mematikan Amerika yang menewaskan Komandan Iran, Jenderal Qasem Soleimani.
Melansir AFP, Minggu 5 Januari 2020, serangan peluru mortar tersebut menghantam Zona Hijau, daerah kantong berkeamanan tinggi tempat kedutaan besar AS berada pada Sabtu 4 Januari 2019, kata sumber keamanan tersebut.

Militer Irak menyampaikan, satu proyektil menghantam zona itu, sementara yang lain mendarat dekat dengan daerah itu.
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
- Polres Jeneponto Gelar Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Bersama PPNS, Satpol PP, dan Damkar
- Pupuk Indonesia Pastikan Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Sesuai HET
- Ferdinand Sinaga Perkuat Dokter Koboi FC, Siap Jadi Kuda Hitam di Wali Kota Makassar Cup 2026
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Sirine terdengar di kompleks AS, sumber di sana mengatakan kepada AFP.
Sepasang roket Katyusha kemudian menghantam pangkalan udara Balad di utara Baghdad, tempat pasukan Amerika berpangkalan.
Sumber keamanan di sana melaporkan sirene menggelegar dan mengatakan pesawat pengintai dikirim di atas pangkalan untuk menemukan sumber roket.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
