Terkini.id, Makassar – Pelaku pungutan liar parkir liar menjamur selama bulan Ramadan. Terbaru, tarif parkir di kawasan Pasar Sentral tembus Rp20 ribu.
Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, Irham Syah Gaffar menyebut biaya parkir di Pasar Sentral untuk kendaraan roda dua hanya Rp3 ribu, sementara roda empat Rp5 ribu.
Pihak Polres Pelabuhan pun telah mengamankan salah seorang Jukir resmi atas nama Dg. Gassing (51) yang dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Menurut pengakuannya, GS ini berdalih jika ia tidak mengenal oknum yang melakukan pungutan pada video viral tersebut,” kata Irham, Kamis, 29 April 2021.
Berdasarkan laporan, Irham, mengatakan pelaku pungli merupakan bawahan Gassing.
- Sudah 5 Jam, Kepala Kemenag Soppeng Masih Diperiksa di Kejaksaan
- Buntut Isu Gugatan Tanah, Praktek Pungli, Ratusan Warga Pammanjengang Geruduk Kantor Lurah Bontotangnga
- Polisi Akhirnya Pecat Pelaku Pungli Ke Komika Soleh Solihun
- Diduga Terlibat Pungli Terhadap Narapidana, Kalapas Parepare dan Takalar Dinonaktifkan
- Hadi Tjahjanto Kembali Beri Ancaman Keras: Tidak Ada Ampun, Saya akan Pecat!
“Kemungkinan GS yang pekerjakan karena memang di situ dia Jukir resminya. Tapi kita tunggu saja nanti bagaimana hasil dari pemeriksaan polisi,” terangnya.
Jika dari hasil pemeriksaan GS terbukti mengenal atau mempekerjakan tukang parkir liar tersebut, Irham mengatakan akan memberikan sanksi yang tegas.
“Tentu kami akan sanksi, bisa saja sampai pengembalian Id card, tapi kita lihat dulu proses hukumnya,” tutupnya
Sementara, Dg. Gassing mengaku tidak tahu menahu soal oknum yang mengambil tarif parkir dalam video viral tersebut.
Dia mengatakan telah meninggalkan lokasi sejak pukul 14.00 Wita, dan diduga kejadian dalam video itu terjadi pada sore hari.
“Sebagai Jukir resmi di sini, dan yang bertanggung jawab atas kejadian di lokasi ini, saya mengucapkan maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Ia pun memastikan hal itu tak akan terulang. Gassinh mengaku mengidap penyakit jantung, sehingga tidak bisa berlama-lama di lokasi parkir.
“Kalau penyakit jantung saya kambuh, saya terpaksa pulang, jadi mungkin disitu ada orang yang jaga disini. Tapi demi Allah saya tidak kenal itu siapa,” terangnya.
Ia pun menegaskan jika siap mendapat sanksi bila terbukti bersalah.
“Saya sudah lama disini (Jukir) saya tahu betul aturannya, jadi tidak mungkin saya mau melanggar begitu,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
