Terkini.id, Jakarta – Keputusan Uni Emirat Arab yang memilih berdamai dengan Israel, membuat Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz atau Raja Salman menelpon Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya, Uni Emirat Arab memutuskan berdamai dengan Israel, sedangkan Donald Trump menjadi penengah dalam upaya perdamaian tersebut.
Mengutip dari Reuters, Senin 7 September 2020, Raja Salman dengan tegas menyampaikan tidak akan ada perdamaian dengan Israel tanpa kemerdekaan Palestina.
Raja Salman menambahkan bahwa dirinya menghargai atas segala upaya AS dalam mendukung perdamaian negara Timur Tengah dengan Israel.
Akan tetapi, Arab Saudi ingin melihat solusi yang adil dan permanen terhadap Palestina berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab yang diusulkan kerajaan pada 2002.
- Tingkatkan Kualitas SDM dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Barbershop dan Perkoperasian
- Daya Motor Palopo Gelar Turnamen Domino di Luwu Timur, Ratusan Peserta Ramaikan Kompetisi
- Dokter Internship dari Unhas Meninggal Dunia, dr Siti Zahra Maghfira Ditemukan Usai Terjatuh
- Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Perikanan Sulsel, 200 Petambak Tebus 94,2 Ton Pupuk Bersubsidi
- Astra Motor Sulsel Dekatkan New Honda Vario Evo 160 ke Generasi Muda Lewat Public Exhibition di Kendari
Dalam kesepakatan itu, Arab Saudi menawarkan perdamaian dengan Israel. Tetapi ada kesepakatan yang harus dilakukan yakni pengakuan negara Palestina dan penarikan penuh tentara Israel dari sana.
Sampai saat ini, Arab Saudi tidak mengakui keberadaan Israel. Begitu juga dengan Israel yang tidak mengakui Palestina.
Sementara itu, penasihat Gedung Putih, Jared Kushner, berharap negara Timur Tengah lainnya mau berdamai dengan Israel seperti yang sudah dilakukan UEA.
Akan tetapi, hingga saat ini belum ada negara lain yang mempertimbangkan hal itu.
Sebelumnya Israel dan Uni Emirat Arab mengumumkan mereka sepakat untuk berdamai dan memperbaiki hubungan antara kedua negara yang selama ini bersitegang.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi penengah dalam langkah perdamaian ini. Perjanjian damai antara Israel dan UEA itu kemudian dinamai Abraham Accords.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
