Tanggapi Pernyataan Mahfud soal Pelanggaran Aparat, Nicho Silalahi: Berarti Lebih Brengsek Rezim Sekarang Dong

Tanggapi Pernyataan Mahfud soal Pelanggaran Aparat, Nicho Silalahi: Berarti Lebih Brengsek Rezim Sekarang Dong

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Pro Demokrasi, Nicho Silalahi menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD bahwa pelanggaran yang dilakukan personel TNI dan Polri telah ada sejak dulu.

Nicho Silalahi mempertanyakan bahwa jika memang pelanggaran aparat telah ada sejak dulu, apa yang telah dikerjakan Mahfud untuk menangani hal tersebut.

“Berarti lebih brengsek rezim sekarang dong udah tau sejak dulu begitu malah dibiarkan dan ga dirubah ya kan?” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 31 Desember 2021.

“Oh ya pak dulu ada orang mengatakan ‘Malaikat pun yang masuk ke sistem ini maka akan jadi setan’,” sambungnya.

Nicho Silalahi membagikan pernyataannya bersama cuitan yang berisi tautan berita berjudul “Tanggapi Banyaknya Oknum TNI dan Polri Terlibat Pelanggaran Hukum, Mahfud MD: Itu Sejak Dulu Biasa”.

Baca Juga

Dalam artikel Era.id tersebut, Mahfud MD angkat bicara terkait dengan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan personel TNI dan Polri yang belakangan terjadi di beberapa daerah.

Mahfud MD mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut selalu ada sejak dahulu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyinggung bahwa di masyarakat pun, ada penjahat yang melakukan tindak kejahatan.

“Di masjid ada penjahat, di gereja ada penjahat. Tapi, itu kan bukan merupakan gejala umum,” katanya di Kemenko Polhukam pada Kamis, 30 Desember 2021. 

Mahfu MD juga menyinggung bahwa Panglima TNI bertindak tegas atas pelanggaran hukum yang dilakukan oleh personel TNI.

“Saya terus terang, saya panglima TNI yang sekarang sangat terkesan. Hukum harus ditegakkan. Karena kalau hukum ditegakkan ga bisa diperdebatkan. Ini aturannya,” katanya.

Diketahui, belakangan ini terdapat sejumlah kasus yang melibatkan oknum Polri dan juga TNI sehingga menjadi sorotan publik.

Salah satu yang menjadi perhatian, yaitu peristiwa tabrakan yang melibatkan Handi, Salsabila dan tiga oknum TNI AD terjadi pada 8 Desember 2021.

Setelah peristiwa tersebut, para korban diduga dibawa oleh tiga oknum TNI tersebut lalu hilang secara misterius.

Pada 11 Desember, dua jenazah korban itu ditemukan di aliran Sungai Serayu yang ada di Jawa Tengah.

Menurut Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspom AD), Letjen TNI Chandra W Sukotjo, tiga oknum TNI yang terlibat tabrakan di Nagreg hingga menewaskan dua orang itu memiliki peran yang berbeda-beda.

Tiga oknum berisinial Kolonel P, Koptu DA, dan Kopda A itu diduga menggunakan mobil berpelat nomor B-300-Q yang dikemudikan Koptu DA saat insiden tabrakan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.