Ramadan Segera Berlalu, Saatnya Menunaikan Zakat

Terkini.id, Makassar – Perputaran waktu mengantar kita pada bagian akhir sepuluh atau sembilan hari terakhir ramadan.

Pada masa-masa ini, 1 syawal semakin dekat. Sementara ramadan akan segera berpisah. Baik ramadan yang akan meninggalkan kita. Atau justru kita yang akan meninggalkan ramadan. Hayat dikandung badan tetaplah misteri.

Ketika ini menjadi ramadan terakhir, maka mari memastikan bahwa amalan terbaik yang kita sudah tunaikan. Diantara ibadah yang dikandung ramadan yakni zakat fitrah.

Baca Juga: Safari Ramadan, Identifikasi Problematika Umat diawali Dari Dialog

Zakat Era Sekarang

Menyempurnakan zakat, baik maal maupun fitrah tak lagi dikelola dengan sekadarnya saja. Seiring dengan terbitnya undang-undang dan perangkat aturan hukum lainnya terkait zakat, maka urusan zakat dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional, atau Lembaga Amil Zakat yang terdaftar.

Baca Juga: Husin Shihab Duga Pernyataan Nicho Silalahi soal Zakat Masuk Ranah...

Dalam satu kesempatan ketika safari ramadan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Maros ke Kecamatan Moncongloe, muncul sebuah pertanyana terkait dengan pembayaran zakat melalui UPZ ini akan meniadakan tradisi dimana selama ini masyarakat muslim diantaranya mengeluarkan zakat fitrah melalui guru.

Respon yang disampaikan Ketua Umum MUI Kabupaten Maros, AGH Drs Syamsul Khalik, bahwa sebagai zakat ada takaran tertentu. Sementara untuk sadaqah ataupun pemberian hadiah tak ada sama sekali batasannya.

Jika memberi pada guru mengaji dijadikan sebagai tradisi, ini perlu dilanjutkan. Namun jangan hanya sekali dalam bulan ramadan saja. Perlu disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Bahkan jumlahnya menjadi tidak terbatas sebagaimana ukuran zakat fitrah yang terbatas.

Baca Juga: Husin Shihab Duga Pernyataan Nicho Silalahi soal Zakat Masuk Ranah...

Untuk itu, zakat perlu ditunaikan melalui badan amil ataupun lembaga amil zakat. Sehingga dimensi sosial yang menyertai zakat dapat dimaksimalkan pengelolannya. Sekaligus menghindari terjadinya tumpah tindih jikalau tidak dikeluarkan melalui institusi amil.

Termasuk, sejak awal ramadan ukuran pelbagai kriteria tipikal beras telah diumumkan BAZNAS setelah melalui rapat dengan pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, termasuk di Kabupaten Maros.

Sehingga menunaikan zakat tidak menjelang detik-detik idul fitri. Dalam zakat fitrah ketika memasuki ramadan, lebih cepat ditunaikan akan lebih baik. Sehingga amil zakatpun dapat mendistribusikan kepada penerima zakat secepat mungkin. Mustahiqpun dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin.

Bahkan untuk infaq dan sadaqah juga diterima melalui UPZ desa. Dengan dana ini bisa menjadi pendamping dana desa yang sudah ada. Sekaligus dapat dialokasikan untuk keperluan desa yang tidak tercakup dalam anggaran dana desa.

BAZNAS Maros juga telah menjalankan program satu desa satu sarjana. Dengan keseluruhan desa yang mencapai 103 desa, maka paling tidak dapat dikuliahkan sebanyak 103 orang dalam setahun. Sehingga pembangunan manusia semakin tercakup dalam skala yang luas.

Seiring ramadan berlalu, maka sebelum sampai pada ibadah salat idul fitri. Maka, ada kesempatan untuk menunaikan zakat fitrah. Begitu pula dengan zakat maal jikalau sudah memenuhi kriteria untuk jangka waktu satu tahun.

Zakat tak lagi hanya menjadi pengguguran kewajiban semata. Melainkan zakat dapat menjadi isntrumen pemberdayaan untuk menjadi pendamping bagi program pembangunan yang dijalankan pemerintah dalam skala kabupaten atau kota, provinsi, dan bahkan sampai di tingkat nasional.

Ismail Suardi Wekke
Komisi Pengkajian dan Penelitian
Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Maros

Bagikan