Masuk

Rangsang Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi, Disdag Makassar Siapkan Program Pasar Murah

Komentar

Terkini.id, Makassar – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar tengah menyiapkan program pasar murah untuk menstimulus atau merangsang daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19

Adapun anggaran yang disiapkan untuk merangsang daya beli masyarakat yakni sebesar 15 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. 

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlien Ariesta mengatakan kegiatan akan diadakan pada tiap kecamatan. Ia menyebut, saat ini, pihaknya tengah melakukan proses pengadaan barang.

Baca Juga: Ahli Epidemiologi Imbau Masyakarat Lengkapi Vaksin dan Terus Lakukan Protokol Kesehatan

“Program pasar murah ini sifatnya insidentil  namun untuk sekarang ini dilakukan di 15 kecamatan,” kata Arlien, Selasa, 26 Oktober 2021.

Ia menyebut akan melakukan pendataan ihwal jumlah penduduk di Makassar yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini untuk memudahkan penentuan titik lokasi di tiap kecamatan.

“Pihak kecamatan lakukan usulan di titik mana. Kita baru mau lakukan koordinasi untuk pelaksanaannya,” sebutnya.

Baca Juga: Hari Dokter Nasional: Berbakti untuk Negeri Mengabdi untuk Rakyat

Program pasar murah, kata Arlien, merupakan bantuan melalui bahan pokok kepada masyarakat. Bahan pokok yang dijual ke masyarakat telah ditetapkan besaran subsidi pembeliannya.

“Misalnya harga bawang lagi naik kita lakukan penbelian subsidi bawang supaya murah. Ini subsidi supaya merangsang daya beli masyarakat yang terdampak Covid-19,” tuturnya.

Perbedaan harga di pasar murah biasanya setengah dari harga di pasar tradisional atau pusat perbelanjaan. Hal itu melalui keputusan Wali Kota Makassar.

“Biasanya sampai 50%. Misal harga paket 50 ribu dijual 25 ribu. Ada kupon dia beli kayak basar waktu sekolah. Hasil penjualan di setor ke kas daerah,” kata Arlien.