Maraknya Truk Ekspedisi Dalam Kota Makassar Jadi Ancaman Serius

Maraknya Truk Ekspedisi Dalam Kota Makassar Jadi Ancaman Serius

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Maraknya kegiatan truk ekspedisi yang terus beroperasi di dalam Kota Makassar, menjadi ancaman serius setelah laporan dari PD Terminal mencatat sebanyak 700 truk ekspedisi yang masih berlalu-lalang di kota ini.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengendara dan telah merenggut nyawa beberapa korban.

Tingginya jumlah truk yang beroperasi disebabkan oleh banyaknya aktivitas pergudangan ilegal di luar kawasan industri utama, terutama di daerah Biringkanayya dan Tamalanrea.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Dafris, menjelaskan bahwa laporan ini diperoleh setelah berkoordinasi dengan Asosiasi Ekspedisi Makassar, yang memiliki anggota sebanyak 700 ekspedisi di Makassar.

Dari jumlah tersebut, 200 truk dilaporkan berada dalam kondisi sewa, tanpa lahan tempat sendiri, sementara 500 lainnya beroperasi secara tetap, terutama di gudang-gudang yang sebagian besar terletak di wilayah Utara Kota.

Baca Juga

“Para pelaku yang beroperasi secara tetap ini tidak memiliki titik kumpul yang terpusat, mereka tersebar di seluruh wilayah Utara Kota. Tentu ini sangat meresahkan, terlebih belakangan ini telah terjadi insiden kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa,” ujar Dafris, Jumat, 11 Agustus 2023.

Eros, panggilan akrab Dafris, menekankan perlunya langkah konkret untuk mengurangi jumlah truk ekspedisi yang beroperasi di dalam kota. Salah satu solusi yang diajukan oleh PD Terminal adalah memanfaatkan kawasan terminal sebagai tempat bongkar muat.

Dafris menyatakan bahwa peraturan wali kota terkait hal ini sedang dalam proses penyusunan dan akan segera diimplementasikan oleh Bagian Ekonomi dan Hukum Pemkot Makassar.

Dia pun telah berbicara dengan asosiasi ekspedisi untuk memindahkan 200 truk yang beroperasi dalam kondisi sewa ke terminal, sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang ada di Makassar.

Lebih lanjut, Dafris menjelaskan bahwa area terminal memiliki lahan yang lebih dari cukup untuk kegiatan bongkar muat. Terminal Daya, sebagai contoh, memiliki lahan seluas kurang lebih 12 hektar, dengan 4 hektar di antaranya telah disediakan untuk keperluan bongkar muat.

Menurutnya, tidak ada alasan lagi bagi pelaku usaha untuk beroperasi di dalam kota, terutama karena ketersediaan lahan yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

“Kami telah menyediakan lahan yang memadai,” jelasnya.

Eros menegaskan bahwa banyak dari pelaku ekspedisi tidak memiliki izin, terutama mereka yang beroperasi di dalam kota dan di luar kawasan industri yang ditentukan.

“Sebagian besar dari mereka tidak memiliki izin, dan bahkan pihak kecamatan pun enggan mengeluarkan izin untuk mereka,” tegasnya.

Dengan langkah pemindahan ini, ia berharap aktivitas bongkar muat di dalam kota dapat berkurang signifikan, dan mengatasi keluhan terkait kemacetan yang sering terjadi.

Para pelaku usaha akan diwajibkan untuk mengangkut atau menjemput barang di terminal, sehingga tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di kota.

Sementara itu, terkait aktivitas bongkar muat gudang ilegal di dalam kota, Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Arlin Ariesta, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin distribusi pergudangan di luar kawasan industri, seperti Tamalanrea dan Biringkanayya.

Oleh karena itu, jika terdapat aktivitas bongkar muat dengan skala besar di luar kawasan industri, dapat dianggap ilegal.

“Jika ada laporan tentang aktivitas semacam itu, kami akan melakukan peninjauan dan pemeriksaan terhadap kelengkapan usaha. Jika terdapat ketidaksesuaian, kami akan mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Arlin.

Dia juga menyatakan bahwa perizinan untuk aktivitas pergudangan harus ketat, dengan prosedur penindakan yang mempertimbangkan jenis gudang dan kompatibilitasnya dengan regulasi tata ruang dan perizinan yang berlaku.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.