Rapat dengan Kejati Sulsel, Bupati Barru Bahas Soal Jalur Kereta Api

Kejati dan Pemkab Barru rapat bahas Kereta Api

Terkini.id, Barru – Satker Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, menggelar rapat bersama dengan Bupati Kabupaten Barru, dengan Kejaksaan Tinggi Propinsi Sulsel, di kantor Kejaksaan Tinggi dalam rangka membahas progres pelaksanaan pembangunan rel kereta api di Provinsi Sulsel.

Bupati Barru, Suardi Saleh, mengakui jika pembangunan jalur kereta api tersebut memang terkadang memiliki kendala terkait adanya fasilitas warga, namun kemudian itu mampu diatasi dengan diskusi yang baik bersama warga.

“Kadang pada jalur tersebut ada pekuburan sehingga kemudian dibutuhkan diskusi yang baik antara warga, namun kemudian karena warga mengerti tentang hal tersebut maka kita bisa cepat atasi, dan bukan menjadi kendala yang begitu serius,”terangnya.

Dirinya optimis jika Pemerintah Kabupaten Barru dan progres di Kabupaten Barru ini, tidak akan terkendala jika itu persoalan lahan, karena masyarakat Barru, merupakan masyarakat yang terbuka dan ingin maju dengan memberikan dukungan atas progres pembangunan Pemrrintah.

“Kita optimis di Kabupaten Barru persoalan lahan bisa kami atasi dengan cepat dan masyarakat Barru mereka sifatnya terbuka dengan pelaksanaan pemerintahan, apalagi jika itu berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur,” jelas dia.

Komentar

Rekomendasi

Dewan Minta Bina Marga Segera Perbaiki Jembatan Ambles di Barru

Fasilitas Pengolahan Limbah B3 Bakal Dibangun di Kabupaten Barru

Ini Alquran yang Dipegang Sopir Truk saat Jatuh di Jembatan Bojo Barru

HUT ke-60, Barru Buka Pendaftaran Jalan Santai Berhadiah Umrah

Sambut Hari Jadi ke-60, Pemkab Barru Gelar MTQ

Bertolak ke Jakarta, Bupati Barru Paparkan Program Peduli Tenaga Kerja

Ke Jakarta, Suardi Saleh Paparkan Progpam Peduli Tenaga Kerja

Top, Kemenpan RB Sebut MPP Barru Pertama di Sulsel

PTSP Bulukumba Studi Banding di Barru Terkait Pengelolaan Perizinan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar