Rapat Pembahasan Anggaran Kelurahan Kota Makassar Ricuh, Elber Mengamuk

Ketua Asosiasi Forum Komunikasi LPM Makassar Elber Maqbul Alim mengamuk di tengah kegiatan pembahasan anggaran dana kelurahan yang dilaksanakan Bappeda Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Selasa, 18 Juni 2019.

Terkini.id,Makassar – Ketua Asosiasi Forum Komunikasi LPM Makassar Elber Maqbul Alim mengamuk di tengah kegiatan pembahasan anggaran dana kelurahan yang dilaksanakan Bappeda Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Selasa, 18 Juni 2019.

Suasana rapat kemudian menjadi menegangkan dan tak terkendali. Setelah sebelumnya, Elber mengajukan kritik ihwal LPM yang jarang dilibatkan dalam pembahasan anggaran yang dilakukan pemerintah. Sementara, kata dia, dalam aturan hal tersebut menegaskan dengan jelas peran LPM.

Elber menyoroti Pasal 14 yang berbunyi pelaksanaan anggaran untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana lokal kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan melibatkan kelompok masyarakat atau organisasi kemasyarakatan.

Kritikan tersebut, membuat sejumlah oknum yang berada di belakang kemudian meneriakkan penolakan. Hal tersebut lebih terdengar seperti yel-yel “Huhuhu, Hu hu,”.

Diketahui, LPM sebagai mitra pemerintah dalam menampung dan mewujudkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan, menyusun rencana, melaksanakan, mengendalikan, melestarikan dan mengembangkan hasil pembangunan secara partisipatif.

Berikut Videonya : 

Kritikan Elber sontak membuat beberapa peserta berteriak dari belakang. Teriakan tersebut, dilakukan oleh sejumlah oknum. Peserta dalam rapat tersebut terdiri SKPD terkait, LPM, para Camat dan Lurah se-Kota Makassar.

Haeruddin Hapid Sekertaris Asosiasi LPM Kota Makassar mengatakan perilaku dari beberapa lurah yang berteriak dengan kata “Huhuhu,” menurutnya tidak wajar dalam diskusi resmi.

“Ini bukan Stadion Mattoanging,” kata Haeruddin.

Dia mengatakan perilaku tersebut tak memberi penghormatan terhadap pemerintah kota, khususnya Kepala Bappeda yang memimpin rapat.

Berdasarkan kejadian tersebut, Haeruddin meminta kepada Pj Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb agar melakukan evaluasi terhadap lurah yang berteriak di forum resmi.

“Sebagai bukti kekurangajaran Lurah, buka itu CCTV,” paparnya.

Ia melontarkan bahwa anak SD sekali pun ketika disuruh diam maka akan menurut. Namun, lurah yang ada di dalam tak memprattekkan hal yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak kecamatan mau lurah enggan memberi komentar ketika dimintai keterangan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini