Sementara, Anggota Komisi B DPRD Makassar Aswar menyoroti perlunya kompensasi dari PLN ihwal pemadaman listrik tersebut.
Pasalnya, kata dia, salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). PLN, kata dia, punya tanggung jawab sosial terhadap dampak pemadaman listrik tersebut.
“Bisa lewat program CSR PLN lah,” kata Aswar.
Ia pun mendesak dalam waktu cepat PLN menyelesaikan rincian konpensasi terhadap warga yang berhak mendapatkan.
Sementara, Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Rusmayani Madjid berharap konpensasi dari PLN bisa dijalankan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada. Ia pun meminta ada sosialisasi dari PLN ke masyarakat ihwal konpensasi tersebut.
- Ini Tips dari PLN untuk Menghitung Komponen Pembayaran Listrik dan Mengatur Pola Pemakaian
- PLN Siap Suplai Listrik 27 MVA ke Pabrik Peleburan Baja PT Sinar Tjokro Steel di Maros
- PLN Imbau Masyarakat Cek Kelistrikan Sebelum Beli atau Sewa Rumah
- PLN Hadirkan Listrik untuk Petani Bone, Produktivitas Naik dan Biaya Operasional Turun sampai 74 Persen
- Hadirkan Kebermanfaatan, YBM PLN UID Sulselrabar Berikan Senyum bagi Anak Panti Asuhan dan Dhuafa
Selain itu, waktu pemadaman listrik yang rata-rata berlangsung selama 4 jam per hari dinilai terlalu lama.
“Kalau bisa satu jam saja per hari,” tuturnya.
Pasalnya, UMKM yang menghubungkan mesin pendingin, penjual es krim, dan penjual minuman yang lain sudah sangat terpukul dengan pemadaman listrik tersebut.
Apalagi, kata Maya, sapaannya, pelaku UMKM tersebut baru saja bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19. Ia pun meminta ada mitigasi ke depan agar kasus pemadaman ini tidak terulang tiap tahun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
