Refly Sayangkan Rizieq yang Selesaikan S3 Justru Dipenjara, Netizen: Berpendidikan tapi Tak Terdidik

Terkini.id, Jakarta – Ahli hukum tata negara, Refly Harun, baru-baru ini mengucapkan selamat kepada Rizieq Shihab yang diketahui telah menyelesaikan program S3-nya di Universitas Sains Islam Malaysia.

Adapun hal itu disampaikan Refly dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube pribadinya.

Ia lantas berharap semoga dengan didapatkannya gelar PhD ini, Rizieq bisa memberikan lebih banyak kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa.

Baca Juga: Puji Rizieq, Rocky Gerung: Nama yang Membuat Istana Susah Tidur

Tak lupa, Refly juga menyebut Rizieq Shihab sebagai tokoh intelektual yang pastinya mampu diterima dan berbicara di kalangan intelektual.

“Saya melihat, sebenarnya Habib Rizieq sudah bermimikri menjadi tokoh yang tidak hanya sekadar bisa berteriak-teriak di depan massa, tetapi juga tokoh intelektual yang mampu diterima dan mampu berbicara di kalangan intelektual,” ujar Refly Harun, seperti dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat pada Jumat, 16 April 2021.

Baca Juga: Keras! Refly Harun Peringatkan Masyarakat: Hati-Hati dengan China, Mayoritasnya Tak...

Ia kemudian menyoroti sikap Rizieq ketika mengadakan acara reuni daring 212 yang mengundang sejumlah tokoh penting dan intelektual.

Menurut Refly, mantan pentolan FPI itu terlihat tidak demam panggung dan bisa menyampaikan materi tentang revolusi akhlak dengan baik di depan sejumlah tokoh penting berintelektual tersebut.

“Habib Rizieq mampu berbicara tentang revolusi akhlak, dikaitkan dengan soal Pancasila,” tutur Refly.

Baca Juga: Keras! Refly Harun Peringatkan Masyarakat: Hati-Hati dengan China, Mayoritasnya Tak...

“Bagaimana revolusi akhlak itu merupakan perwujudan dari nilai-nilai Pancasila yang merupakan landasan ideal kita bagi berbangsa dan bernegara.”

Untuk itu, dengan gelar PhD yang kini disandang oleh Rizieq Shihab, Refly Harun pun menyayangkan jika sampai orang berpendidikan seperti eks Imam Besar FPI tersebut justru dipenjarakan.

“Apakah kita tidak sayang dengan orang-orang yang punya pendidikan, kemudian punya kemampuan, tentu bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Refly.

“Tapi kita lebih memilih untuk memenjarakannya dengan sebab dan alasan yang bukan kejahatan sesungguhnya, dengan sebab dan alasan yang remeh temeh, sepele.”

Padahal menurut Refly, banyak kasus lain yang lebih merusak kemanusian serta lebih parah, seperti penembakan terhadap enam laskar FPI, misalnya.

“Tetapi energi kita justru habis untuk menyidangkan Habib Rizieq, bukan menyidangkan kejahatan-kejahatan atau pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia sesungguhnya,” pungkas Refly Harun.

Menanggapi hal tersebut, rupanya banyak netizen yang justru tak setuju dengan opini Refly yang tampak mengagung-agungkan sosok Rizieq Shihab sebagai tokoh intelektual berpendidikan tinggi.

Bahkan ada netizen yang justru berpendapat bahwa Rizieq mungkin memang berpendidikan, tapi ia tidaklah terdidik.

“Pendidikan tapi tak terdidik (emoji senyum),” tanggap akun Babank Ade.

“Mau tinggi bagaimanapun pendidikannya tapi akhlak kayak gitu memang pantas tempatnya dipenjara …,” timpal akun Charles t.

“Sukarno sj pernah dipenjra dan diasingkan, kurang apa jasa beliau pada nkri,” imbuh akun Made Suata.

Bagikan