Relawan Respon Wacana Penundaan Pemilu 2024, Sebut Anies Mundur Jika Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang

Relawan Respon Wacana Penundaan Pemilu 2024, Sebut Anies Mundur Jika Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Salah satu relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifah buka suara menanggapi wacana penundaan pemilu 2024.

Geisz menegaskan jika pemilu 2024 benar ditunda dan jabatan kepala daerah diperpanjang, maka Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan akan mundur dari jabatannya.

Sejumlah pihak juga menduga jika pemilu 2024 ditunda, maka pilkada 2024 juga akan dimundurkan ke tahun 2027.

“Jadi, Anies akan maju apabila ada Pilkada, tapi kalau tidak ada Pilkada, maka kalau pun itu ada regulasi, dia tetap akan berhenti,” kata Geisz, dikutip dari laman CNN Indonesia, Senin 28 Februari 2022.

Pada 2020, Geisz bercerita pihaknya sempat mengusulkan Pilkada kembali dinormalkan dan bisa digelar pada 2022 dan 2023. 

Baca Juga

Namun dia menyangkan wacana itu menguap setelah sempat mendapat dukungan dari sejumlah partai di Senayan, seperti PKS, Golkar, PAN, hingga Gerindra.

Dengan gugurnya wacana itu, Anies dipastikan akan lengser pada Oktober 2022 mendatang bersama ratusan kepala daerah lain, posisinya akan diganti penjabat ASN yang ditunjuk Presiden Joko Widodo.

“Saya ditanya, saya lupa dari media mana, saya katakan bahwa Anies akan selesai 2022, dan tidak, tidak akan memperpanjang jabatannya apabila itu tidak melalui mekanisme Pilkada,” katanya.

Lebih lanjut, Geisz menegaskan jika pihaknya menolak keras penundaan pemilu 2024 dan menyebut pihak yang menyetujui wacana penundaan pemilu adalah pengkhianat demokrasi.

“Saya katakan terbuka saja, mereka yang menyatakan perpanjangan presiden adalah pengkhianat reformasi. Pengkhianat demokrasi,” tandasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.