Desak Jokowi Mundur, Nicho Silalahi Siap Turun ke Jalan: Jangan Lagi Kita Biarkan Rakyat Dirampok Oligarki

Desak Jokowi Mundur, Nicho Silalahi Siap Turun ke Jalan: Jangan Lagi Kita Biarkan Rakyat Dirampok Oligarki

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Nicho Silalahi mendesak Presiden Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya. Nicho mengaku siap turun ke jalan untuk menyuarakan Jokowi mundur karena tidak ingin rakyat dirampok oleh oligarki.

Seruan aksi ini akan di gelar pada tanggal 11 April 2022 dengan berbagai tuntutan, salah satunya masalah minyak goreng yang tak kunjung menuai solusi yang tepat dari pemerintah.

“Kami dari Aliansi Rakyat Menggugat siap untuk kembali turun ke jalan. Jangan lagi kita biarkan rakyat dirampok oleh oligarki, sudah saatnya kita satu suara untuk mendesak @jokowi Harus Turun”, tulis Nicho, dikutip dari media sosial Twitter, Jumat 8 April 2022.

Desak Jokowi Mundur, Nicho Silalahi Siap Turun ke Jalan: Jangan Lagi Kita Biarkan Rakyat Dirampok Oligarki
Screenshot cuitan Nicho Silalahi (Twitter).

Nicho menuntut Jokowi untuk segera mengatasi permasalahan yang muncul belakangan ini dan mengembalikan kesejahteraan rakyat.

Tuntutan ini merupakan buntut dari berbagai polemik yang muncul belakangan ini. Pemerintahan Jokowi dinilai gagal dalam menjamin kesejahteraan rakyat dengan naiknya harga-harga kebutuhan seperti minyak goreng hingga BBM.

Baca Juga

Diketahui, Bem Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama masayarakat akan menggugat Presiden Joko Widodo yang mengaku belum puas dengan pernyataan Jokowi yang memerintahkan para Menteri berhenti menyuarakan tunda pemilu dan perpanjangan masa jabtan presiden.

“Kita akan tetap gelar aksi pada 11 April 2022, kami butuh bukti bukan hanya sekedar lisan”, kata Koordinator Pusat BEM Si, Kaharuddin HSN DM, dikutip dari laman CNN Indonesia.

Aksi ini juga dilatar belakangi oleh sikap istana yang dinilai tidak memberikan jawaban atas kajian dan tuntutan massa demo.

Unjuk rasa di Istana Negara 11 April diklaim akan diikuti setidaknya 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas.

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti. Kaharuddin merinci, 6 tuntutan berasal dari aksi tanggal 28 Maret ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Joko Widodo pada 21 Oktober 2021 lalu.

Adapun 18 tuntutan tersebut antara lain mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat. Kemudia tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.