Rencana Pembangunan IKN Terus Dijalankan, Warganet: Ajak Masyarakat Patungan Seakan Mengemis Pada Rakyat yang Sudah Susah

Rencana Pembangunan IKN Terus Dijalankan, Warganet: Ajak Masyarakat Patungan Seakan Mengemis Pada Rakyat yang Sudah Susah

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Rencana pembangunan IKN masih terus digulirkan. Hingga detik ini, pemerintah berupaya mematangkan skema pendanaan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Apalagi, di tengah persiapan pembangunan tersebut Softbank mundur.
 
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah sebgai solusi atas mundurnya softbank itu adalah dengan melibatkan masyarakat untuk turut mendanai pembangunan IKN. Namun, opsi tersebut sifatnya secara sukarela.
 
Tim Komunikasi IKN Sidik Pramono menjelaskan sumber pendanaan pembangunan IKN akan diusahakan berasal dari kas negara atau APBN.
 
Namun di sisi lain, pemerintah juga membuka opsi dari berbagai sumber sesuai undang-undang seperti kerja sama dengan investor lain, dari swasta atau BUMN.
 
Kerja sama dengan swasta dan BUMN, kata dia, antara lain berupa pembiayaan dari ekuitas dan obligasi korporasi. Opsi lain, sumber dana dari creative financing seperti crowd funding atau urun dana, dana filantropi, ataupun dana corporate social responsibility (CSR).
 
Lebih lanjut, Sidik menyebut, pembiayaan IKN dari dana patungan masyarakat ini sifatnya sukarela. Karena itu, pemerintah menurutnya tidak akan mewajibkan rakyat menyumbang ke IKN.
 
“Tidak ada pemaksaan, dan yang menjadi pemrakarsa pun dari pihak masyarakat sendiri,” ujar dia.
 
Sidik menjelaskan, opsi ini bertujuan memberi kesempatan dan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan mempunyai rasa memiliki di IKN.
 
Pendanaan dari urun-dana bisa dialokasikan untuk jenis-jenis fasilitas umum dan fasilitas sosial tertentu dengan skala tertentu, seperti misalnya taman anggrek hutan, rumah diaspora global, ataupun museum artifak hutan.
 
Berdasarkan catatan dari Kementerian Maritim dan Investasi, proyek IKN tahap pertama pada 2022–2024 dikalkulasi memakan biaya cukup besar, mencapai Rp 446 triliun.
 
Biaya itu akan digunakan untuk membangun kawasan inti pusat pemerintahan seperti Istana Kepresidenan dan Gedung Parlemen.
 
Adanya opsi mengundang komentar warganet hingga Tagar No Dana Batalkan IKN trending.
 
 
“IKN ajak masyarakat patungan Seakan-akan ngemis ke Rakyat” tulis akun @ranusa12390.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.