Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa berkomitmen untuk memberantas “Pekat” alias “penyakit masyarakat”.
Hal tersebut bahkan telah terlihat sehari setelah Gibran dilantik dan resmi menjabat sebagai wali kota Solo.
Diketahui bahwa putra Presiden Jokowi itu langsung melakukan operasi “pekat” di kawasan Gilingan dan Kestalan bersama dengan jajaran Polresta Solo.
“Karena itu penting, harus kita bersihkan. Bukan cuma—mohon maaf—PSK-nya saja. Judinya akan saya berantas juga,” kata Gibran tatkala ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 4 Maret 2021, dikutip dari Kompas.
Adapun alasan dilakukannya operasi “pekat”, yakni sebagai bentuk tindakan nyata atas berbagai keluhan masyarakat yang Gibran terima sekaligus untuk menunaikan janjinya di masa kampanye yang lalu dalam memberantas prostitusi.
- Eko Patrio Masuk Dalam Radar Kabinet Prabowo Subianto
- Ihwal Pernyataan Gibran Rakabuming Soal Hilirisasi Nikel, Aliansi Sulawesi Tantang Berdebat
- Supriansa Ungkap Penampilan Gibran di Debat Cawapres Telah Menjawab Banyak Keraguan Masyarakat
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Heboh, Digugat Rp70,5 Triliun karena Terima Pendaftaran Prabowo-Gibran, KPU Siap Penuhi Panggilan Sidang
“Karena selama saya blusukan, selama kampanye, sebelum kampanye warga mengeluhkan itu terus dan tidak ada follow up,” beber Gibran.
Gibran mengungkap bahwa operasi “pekat” tidak hanya akan dilaksanakan sekali. Namun, akan terus digencarkan untuk mewujudkan Solo yang benar-benar bebas “pekat”.
“Dan ini tidak hanya di malam Minggu operasi pekat. Tiap hari pak Kapolresta terus mengecek di lokasi. Biar tidak ada terus digaruk ada lagi, ada lagi, tidak,” paparnya.
Putra sulung Presiden Jokowi itu juga menambahkan bahwa para PSK yang terjaring operasi akan dibawa ke Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan agar mereka memiliki keahlian sehingga tidak lagi kembali ke dunia kelam prostitusi.
“Jadi, bukan asal garuk atau tangkap saja. Kita komitmen nanti akan dibina di Dinsos. Saya tahu, kok, permasalahan ekonomi seperti apa,” pungkas Gibran cukup bijak.
Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak turut menambahkan bahwa kegiatan rutin yang ditingkatkan dilakukan untuk menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat.
Menurutnya, sumber permasalahan yang terjadi di masyarakat muncul dan berawal dari “pekat” alias penyakit masyarakat.
“Kita coba sentuh, kita terapi dari sisi sumber akar masalahnya. Mereka yang terjaring kita ‘tipiring’ (tindak pidana ringan) dan dibawa ke Panti Karya Wanita untuk mendapatkan pembinaan,” jelas Ade.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
