Terkini.id, Makassar – Kasus kebakaran yang melanda Kota Makassar telah terjadi di tiga lokasi berbeda dalam sepekan terakhir.
Beberapa diantaranya seperti di pasar tradisional Sambung Jawa alias pasar Senggol, permukiman padat penduduk di belakang Pasar Pannampu, dan di jalan Bandang.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan pihaknya telah merespons cepat tiap kebakaran yang terjadi.
Langkah yang ditempuh yakni menerjunkan petugas kesehatan di setiap lokasi kebakaran.
Untuk di Pannampu dilayani oleh petugas kesehatan Puskesmas Kaluku Badoa di Panampu, lalu Puskesmas Dahlia di pasar Senggol, dan Puskesmas layang di Jalan Bandang.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
“Mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada korban kebakaran pasca kebakaran,” kata Naisyah, Kamis, 27 Agustus 2020.
Naisyah menegaskan dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas untuk terus bersiaga terhadap peristiwa kebakaran.
Pasalnya, tiap musim kemarau, peristiwa kebakaran rawan terjadi.
Untuk itu, Naisyah meminta masyarakat berhati-hati dalam beraktivitas. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman kebakaran yang akan terjadi.
“Kalau ada yang sakit akibat kebakaran dilayani oleh posko pelayanan kesehatan,” tegas Naisyah.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi mengusulkan wajib alat pemadam di tiap daerah, terutama untuk wilayah yang sulit diakses pemadam kabakaran.
Hal itu merespons maraknya kebakaran di yang terjadi secara beruntun beberapa pekan terakhir.
“Salah satu penyebab sulitnya api dipadamkan adalah akses ke lokasi kebakaran yang terhambat,” kata Kasrudi.
Kendati sudah ada, ia meminta perlu ada penambahan. Lorong-lorong yang padat dan susah diakses itu harusnya disiapkan sumur bor dan pompa, serta APAR (alat pemadam api ringan).
“Jadi masyarakat bisa antisipasi sendiri dengan adanya ini,” ujar legislator Gerindra tersebut.
Menurutnya, kondisi Kota Makassar sudah cukup padat, sehingga banyak titik yang tidak bisa dijangkau oleh tim pemadam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
