Sebelumnya, mereka pernah melakukan kunjungan ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bali, Bandung, Malang dll.
Namun kali ini, konsep kegiatan dibuat lebih edukatif dan ramah lingkungan, bukan sekadar rekreasional.
Selanjutnya, salah satu peserta reuni, Prof. Nurlita Pertiwi, Guru Besar di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Universitas Negeri Makassar, turut memberikan pandangan terkait pentingnya pelestarian kawasan Merapi.
Ia menilai bahwa aktivitas wisata dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali bisa mengganggu keseimbangan ekologis kawasan ini.
“Kawasan ini penting dan harus dijaga. Selain sebagai tujuan wisata, Merapi ini kawasan penyangga air bagi wilayah di bawahnya, termasuk sebagian besar wilayah Jogja. Kalau tidak dilindungi, bisa merusak cadangan air dan ekosistem,” ujar Nurlita.
- Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas yang Dipusatkan di Makassar
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota
- Dewan Soroti Utang Rp211 Juta untuk Bendung Lalengrie Bone: Sampai Sekarang Tidak Beroperasi
- Bersinergi, Berkarya, dan Mengabdi: Polbangtan Gowa Turunkan 20 Tim PKM di Sulawesi Selatan
Menurutnya, pemerintah juga perlu hadir dengan kebijakan yang seimbang, tidak hanya mendorong kawasan ini sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan konservasi.
Ia berharap kehadiran alumni dan aksi nyata seperti penanaman pohon dapat menjadi contoh kontribusi kalangan profesional terhadap lingkungan.
“Kami harap pohon yang ditanam hari ini tumbuh dan bermanfaat bagi warga. Semoga beberapa tahun ke depan, kami bisa kembali menengok dan melihat bagaimana kontribusi ini memberi dampak yang besar,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
