Dari sinilah kemudian yang harus disadari pula adalah pentingnya menghindari perasaan “tidak enak” dengan karunia lebih yang Allah berikan kepada orang lain.
Dalam bahasa agama menyadari tentang rezeki secara benar dan proporsional akan menghindarkan kita dari penyakit yang super berbahaya “hasad”.
Itu sesungguhnya yang diingatkan dalam Al-Quran: “Dan jangan berangan-angan dengan apa yang Allah telah lebih antara satu dengan yang lain di antara kalian”.
Tapi baiknya fokus saja “meminta kepada Allah kelebihan atau keutamaanNya. Tentu dengan kesadaran bahwa “Allah itu Maha mengetahui segala hal” (An-Nisa: 32).
Jika hal-hal di atas disadari maka berbagai permasalahan hidup dan dosa dapat terhindarkan.
Satu, kegagalan mensyukuri karunia karena salah memaknai arti rezeki.
Dua, terbangunnya kesadaran hakiki dan benar tentang karunia rezeki Allah, yang mengantar kepada “Al-Qana’ah” atau rasa puas yang sejati.
Tiga, tidak membangun perasaan “tidak enak” (hasad) dengan karunia yang Allah berikan kepada orang lain.
Karena yakin jika sunnatullah dalam pembagian rezeki itu memang “ada yang dibukakan dan ada yang sebaliknya” (???? ? ????).
Dengan kesadaran tentang rezeki seperti itu manusia akan menjalani hidupnya dengan penuh lapang dada, kepuasan, ketenangan dan kebahagiaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
