Terkini.id — Sejumlah daerah di Sulawesi Selatan terendam banjir. Dampak banjir tidak hanya merendam puluhan rumah, namun berdampak juga pada lahan pertajian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani membeberkan bahwa berdasarkan laporan di dua Kabupaten Maros dan Gowa puluhan hektar lahan pertanian terendam banjir.
Di Maros misalnya, dari laporan yang diperoleh kerusakan akibat pertanaman padi akibat banjir terjadi di empat kecamatan.
Di Kecamatan Mandai dengan luas 1.528 hektar, Kecamatan Maros dengan luas 675 hektar, Kecamatan Tanralili dengan luas 2.182 hektare dan Kecamatan Bantimurung dengan luas 3.964 hektar.
Dengan total luasan 8.332 hektar dengan umur bervariasi dari 1-7 minggu. Data ini diperoleh dari POPT Tanaman Pangan kecamatan yang berada di Maros.
- Purnawirawan TNI di Gowa Sukses Mencetak 52 Hektare Sawah di Pallangga, Selanjutnya di Bajeng
- Di Bulukumba, Gubernur Sulsel Tinjau Sawah yang Tanam Mandiri Benih
- Begini cara Taman Baca Nurul Jihad Parangbebbu Atasi Kejenuhan Peserta Didik
- Dua Pemotor Rusak Sawah Petani, Netizen: Ketangkap Nangis Minta Maaf
- Cerita hari libur Babinsa Kodim 0311/Pessel Bantu Petani Panen Padi
“Semoga air cepat surut dan tidak lebih dari empat hari, sehingga tidak terjadi puso,” harap Fitriani, Rabu 23 Januari 2019.
Sementara untuk daerah lain seperti Gowa masih dilakukan pendataan. Data sementara yang diperoleh hingga pukul 11.45 Wita dari tiga kecamatan yakni dengan total 5.460 hektare. Di Kecamatan Bajeng Barat misalnya 1.487 hektare.
“Gowa sementara pendataan di empat kecamatan termasuk Parangloe dan Bajeng, totalnya 5.460 hektare. Tetapi kami masih sementara mendata,” sebut Fitriani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.