Ribuan Pekerja di Makassar Dirumahkan Selama Pandemi Corona

Terkini.id, Makassar – Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar mencatat sebanyak 1.500 pekerja telah dirumahkan tanpa memiliki kepastian menerima upah oleh perusahaan selama pandemi corona.

“Jumlah orang yang dirumahkan berasal dari 73 perusahaan,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan saat konferensi pers melalui video, Selasa, 7 April 2020.

Dari jumlah itu, Irwan menyebutkan 4.295 karyawan bekerja dari rumah atau Work From Home.

Menurut dia, data tersebut berdasarkan laporan yang masuk per 7 April 2020. Pekerja yang terdampak corona, kata dia, bisa melapor kepada pihaknya.

Mungkin Anda menyukai ini:

Kendati belum ada laporan resmi yang masuk ihwal pemutusan hubungan kerja (PHK), Irwan mengatakan sudah ada beberapa pekerja yang telah menelpon dan menyampaikan keluhannya.

Baca Juga: Pemkot Makassar Abaikan Rekomendasi KASN, Lelang Jabatan Tetap Dilanjutkan

“Besok dia akan melapor, Dinas Ketenagakerjaan beberapa hari ke depan akan menjadi tempat favorit karena banyaknya laporan yang akan masuk,” kata Irwan.

Dia mengatakan pihaknya akan berbicara terhadap perusahaan untuk memberi upah kepada pekerja yang telah dirumahkan. Kendati, kata dia, memang tak ada aturan yang mengharuskan perusahaan melakukan itu.

“Kita mengambil langkah-langkah minimal (mereka yang dirumahkan) dapat upah 50 persen,” pungkasnya.

Bagikan