Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyalahkan pemerintah pusat terkait lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Jawa.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 26 Juni 2021, menilai pernyataan Ridwan Kamil soal covid tersebut tidak menunjukkan kualitas seorang pemimpin.
Ridwan Kamil, menurut Ferdinand, sengaja menyalahkan pemerintah pusat lantaran hendak cuci tangan dan mencari kambing hitam sebab dirinya tak ingin ikut disalahkan terkait lonjakan kasus covid di Pulau Jawa.
Ia pun menyebut sikap Ridwan Kamil itu merupakan kualitas pemimpin pengecut yang merasa diri pemberani.
“Yang seperti ini bukan kualitas seorang pemimpin. Cuci tangan, dan mencari kambing hitam, itu adalah kualitas pengecut yang merasa dirinya pemberani,” cuit Ferdinand Hutahaean.
- Ini Perjalanan Pembangunan Masjid 99 Kubah, Didesain Ridwan Kamil, Dibangun SYL dan Diresmikan Andi Sudirman
- Usai Penetapan Tersangka Panji Gumilang, Mahfud MD, RK Hingga Menang Yaqut Gelar Rakor Bahas Nasib Al Zaytun
- Golkar Ingatkan Ridwan Kamil Soal Komitmennya Untuk Dukung Pencapresan Airlangga Hartarto
- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Doakan Kiky Saputri Jadi Gubernur
- Soal Ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Ridwan Kamil: Cari Solusinya Supaya Tidak Rugikan Warga
Ferdinand pun mengungkapkan, ada banyak hal yang bisa membuktikan bahwa aturan protokol kesehatan di wilayah Jawa Barat juga tidak dijaga oleh Ridwan Kamil saat libur lebaran.
“Ladahal bukti masih banyak bagaimana wilayah Jawa Barat waktu libur lebaran tak di jaga protokol kesehatannya,” tuturnya.
Dalam cuitannya itu, Ferdinand juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘COVID-19 Menggila, Ridwan Kamil Salahkan Pemerintah Pusat Berikan Libur Panjang’ yang dimuat Suara.com.
Mengutip isi pemberitaan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyalahkan memerintah pusat yang memberikan libur panjang ke masyarakat sehingga membuat kasus Covid-19 menggila di Pulau Jawa.
Menurut Ridwan Kamil, lonjakan kasus Covid-19 merupakan dampak libur panjang saat Lebaran. Ia pun menilai, apabila pemerintah pusat tak memberi libur panjang maka tak akan ada lonjakan kasus covid yang signifikan.
“Sebelum libur panjang, keterisian rumah sakit itu di bawah 30 persen. Relawan dokter dan akes (tenaga kesehatan) saya bubarkan karena tak ada pasien. PPKM mikro berhasil,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
