Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli menyebut bahwa sering terjadi kasus di mana pengusaha memelihara dan membayar preman untuk mencaplok tanah rakyat.
Rizal Ramli menyampaikan hal itu dalam koferensi pers di Sekretariat Pro Demokrasi (Prodem) di Bilangan Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu, 22 September 2021.
Awalnya, Rizal Ramli mengatakan bahwa tindakan PT Sentul City menyerobot lahan rakyat di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat bisa terjadi karena tidak adanya ketegasan pemerintah membela rakyatnya.
“Pengusaha berani kurang ajar karena yang kuasa tidak bela rakyat,” ujar Mantan Menteri Koordinator Bidan Maritim dan Sumber Daya era Joko Widodo itu.
Rizal Ramki menilai bahwa memang tidak ada salahnya jika pengusaha membeli lahan rakyat.
- Kabar Duka, Pakar Ekonomi dan Politisi Tanah Air Rizal Ramli Meninggal Dunia
- Rizal Ramli Singgung Sikap 'Cawe-cawe' Presiden Jokowi
- Sempat Cekcok dengan Rizal Ramli di Twitter, Mahfud MD: Presiden Diam, Saya Enggak!
- Politisi Demokrat Singgung Keberadaan Buzzer: Power of Reason Tergusur oleh Power of Money
- Sindir Keputusan MK Soal Menteri Nyapres, Rizal Ramli: Tidak Tahu Malu
Tetapi, ia menekankan, dalam jual-beli itu harus dipastikan bahwa harga yang ditawarkan berada pada tarif yang wajar.
“Jual beli tanah itu wajar asal harga market price dan kedua pihak setuju, itu catatannya,” katanya.
Tetapi, Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrachman Wahid itu menilai bahwa dalam realitas, yang terjadi justru sebaliknya.
Katanya, pengusaha berusaha menekan rakyat untuk melepas tanah dengan harga murah.
“Harganya cuma Rp30.000-Rp50.000/m2. Contoh ini dialami pondok pesantren dan tanah rakyat di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng yang diambil paksa preman-preman di bawah Sentul City melalui anak perusahannya, PT Dayu Bahtera Kurnia,” ungkapnya.
Saat hal itu terjadi, lanjut Rizal Ramli, pemerintah selalu diam dan tidak menggerakkan aparatnya untuk menghentikan arogansi pengusaha.
“Sering terjadi pengusaha pelihara dan bayar preman untuk caplok tanah rakyat. Aparat pura-pura tidak dilihat,” kata Rizal Ramli.
“Itu perampokan hak rakyat yang mempercepat proses pemiskinan struktural,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
