Makassar Terkini
Masuk

Rizal Ramli Sindir Pemerintah: Covid Delta Langka Oxygen, Omicron Langka Minyak Goreng!

Terkini.id, Jakarta – Terkait langkahnya minyak goreng di pasaran beberapa hari belakangan, membuat Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menyindir pemerintah.

Hal tersebut terlihat, melalui sebuah cuitan di akun media sosial Twitter Rizal Ramli belum lama ini.

Diketahui, hal itu dilontaran lantaran kondisi minyak goreng yang langka berbarengan dengan tingginya kasus virus covid omicron di Indonesia.

Dalam cuitannya, Rizal Ramli mengunggah sebuah foto yang di dalamya berisi tulisan sindiran kelangkaaan minyak goreng dengan penularan virus covid omicron.

Rizal Ramli mengaku heran dengan kelangkaan minyal goreng di saat tingginya kasus omicron saat ini.

Ia sendiri membandingkan kelangkaan handsanitizer dan oksigen saat covid 19 varian Alpha dan Delta yang sempat terjadi di Indonesia.

“Covid varian Alpha yang langka Handsantizier. Covid Delta yang langka Oxygen. Laah Varian Omicron yang langka minyak goreng,” tulisnya. Dikutip dari Galamedia. Senin, 14 Februari 2022.

Terkait itu, beberapa netizen pun ada yang sependapat dengan cuitan yang dilontarkan Rizal Ramli.

“Korelasinya ada pak….BISNIS,” cuit @raharjo1987.

“Wahh x ini kok setuju ya…,” cuit @mimimalau20.

Bahkan menurut salahseorang netizen @TandangJajaka1, bukan hanya langka minyak goreng yang dijual pun sangat mahal.

“Bukan hanya langka Pak,malah MAHAL !!! LIEUR KANA HULU LAH,” cuitnya.

Sementara, sebelumnya Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Toga Sitanggang mengungkapkan bahwa kelangkaan minyak goreng di pasaran dan minimnya ketersediaan diakibatkan adanya perubahan kebijakan yang cepat.

Shingga membuat pelaku industry dari hulu ke hilir butuh waktu untuk merespons.

“Kami bisa melihat bahwa sebenarnya tidak ada kelangkaan bahan baku. Sebab dari total produksi konsumsi dalam CPO negeri baru mencapai 36 persen,” tuturnya.

Meski demikian, dia meminta agar masyarakat tenang, karena faktor terbesar dalam kelangkaan sebenarnta oknum penimbun serta masyarakat yang akhirnya panik.

“Kami yakin bahwa masalah ini bakal segera diselesaikan selama kebijakan dan distribusi bisa diseleraskan. Dari perusahaan saya sendiri sudak memasok kok. Cuma saya tidak bisa bicara mengenai perusahaan lainnya,” tutupnya.