Rizieq Sebut Amien Rais Blunder Soal Kasus Laskar FPI, Denny Siregar: Rahwana Vs Sengkuni

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari perbedaan pendapat antara Rizieq Shihab dan Amien Rais soal kasus kematian enam Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Denny Siregar menyindir bahwa kedua tokoh itu kini bagai Rahwana melawan Sengkuni.

“Lah, kok malah pada berantem sendiri Rahwana vs Sengkuni,” kata Denny melalui akun Twitter Dennysiregar7 pada Senin, 19 Juli 2021.

Baca Juga: Denny Siregar Singgung Penjilat di Sekitar AHY, Politisi Demokrat Balas...

Seperti diketahui, Amien Rais selama ini aktif mendukung pengusutan kematian enam Laskar FPI yang mengawal Rizeq Shihab.

Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mengatakan bahwa lembaga TNI-Polri tak terlibat dalam kematian enam Laskar FPI.

Baca Juga: Sindir Roy Suryo Dikit-Dikit Lapor Polisi, DS: Tapi Dia Juga...

Hal itu ia sampaikan dalam jumpa pers peluncuran Buku Putih TP3 yang disiarkan di YouTube pada Rabu, 7 Juli 2021.

“Setelah membaca dengan baik buku putih ini, secara kelembagaan ini penting, Polri dan TNI sama sekali tidak terlibat dalam skenario maupun implementasi dari pelanggaran HAM berat itu. Alhamdulillah kira bersyukur ya,” ungkapnya dilansir dari Detik News.

Mantan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab pun bereaksi keras atas pernyataan Amirn Rais tersebut.

Baca Juga: Sindir Roy Suryo Dikit-Dikit Lapor Polisi, DS: Tapi Dia Juga...

Pendapatnya itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar dalam Maklumat Tim Advokasi Rizieq Shihab yang diunggahnya melalui WhatsApp Story, pada Senin, 19 Juli 2021.

Pernyataan Amien Rais dinilai terlalu prematur, sebab keterlibatan TNI/Polri adalah itu urusan yang nanti akan dibuktikan di Pengadilan HAM.

“Bahwa pernyataan Amien Rais sangat blunder, karena merugikan tim dan korban serta keluarganya, sebaliknya untungkan pihak lawan,” lanjutnya.

Aziz juga mengatakan, Rizieq berpendapat bahwa pernyataan Amien Rais bisa menjadi bumerang bagi TP3 serta bisa menguatkan skenario rezim via polisi bahwa tragedi Km 50 hanya pelanggaran kriminal biasa.

Bukan hanya itu, pernyataan Amien Rais kontraproduktif sehingga jadi celah yang dapat dimanfaatkan lawan.

“Sehingga rezim via Menko Polhukam Mahfud Md langsung kesenangan dengan pernyataan Amien Rais tersebut,” lanjutnya.

Rizieq juga menegaskan bahwa selama ada dugaan kuat keterlibatan sejumlah jenderal dan dilakukan secara sistematis dengan garis hierarki komando dan melibatkan beberapa institusi, seperti TNI dan Polri serta BIN, maka dugaan kemungkinan keterlibatan institusi sangat besar.

“Sekurangnya ada abuse of power dalam institusi TNI dan Polri serta BIN,” ungkap Aziz.

Oleh karena itu, kata Aziz,  Rizieq Shihab menolak keras pernyataan Amien Rais tersebut demi tegaknya keadilan bagi para korban pembantaian Km 50 dan keluarganya. 

“Dan Imam Besar Habib Rizieq Shihab tetap mendukung dan mengapresiasi kerja keras TP3 untuk menyeret semua yang terlibat pembantaian Km 50 tanpa terkecuali ke pengadilan HAM nasional maupun internasional, karena merupakan pelanggaran HAM beras dan kejahatan kemanusiaan luar biasa,” lanjut Aziz.

Bagikan