Terkini.id, Jakarta – Aktivis ICMI Muda, Ustadz Ahmad Anjai Al Baroesy menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyinggung soal kemungkinan harga mie dan roti naik akibat kenaikan komoditas pangan dunia khususnya gandum.
Ustadz Ahmad Anjani pun lewat unggahannya di Twitter pribadinya Baroesy, Kamis 7 Juli 2022, membagikan sebuah foto tangkapan layar artikel pemberitaan soal pernyataan Presiden Jokowi terkait harga mie dan roti tersebut.
Mengutip isi pemberitaan yang dimuat situs CNNindonesia itu, disebutkan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan invasi Rusia ke Ukraina sangat mempengaruhi komoditas pangan dunia misalnya saja gandum. Apalagi Indonesia mengimpor gandum dari negara-negara tersebut sebesar 11 juta ton.
“Hati hati yang komoditas pangan dunia naik semua umpamanya Gandum. Kita juga impor gandum gede banget 11 juta ton impor gandum kita,” ujar Jokowi.
Menurut presiden, kenaikan harga gandum sudah pasti akan berdampak pada harga pangan seperti roti dan mie di Indonesia. Sebab Indonesia masih bergantung pada gandum dari dua negara tersebut.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
“Ini hati hati yang suka makan roti yang suka makan mi, harganya bisa naik. Karena apa? ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum 34 persen berada di negara itu. Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada di situ. Di Ukraina saja ada stok gandum,” kata Jokowi.

Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal harga mie dan roti itu, Ahmad Anjai pun menegaskan bahwa kedua makanan itu merupakan makanan termurah yang bisa dinikmati rakyat Indonesia.
Adapun jika harga makanan itu naik, menurut Ustadz Ahmad, maka untuk apa ada negara. Menurutnya, lebih baik kembali jadi Nusantara.
“Ini adlh makanan termurah yang bisa dinikmati rakyat! Kalau ini pun Naik! Maka utk apa kami ada Negara? Lbh baik kembali jdi Nusantara,” tutur Ahmad.
Lebih lanjut, Ustadz Ahmad Anjai juga menilai pernyataan Jokowi soal harga mie tersebut menjengkelkan. Menurutnya, buat apa rakyat mengucurkan darah demi membayar gaji pejabat negara jika mereka hanya menyusahkan rakyat.
“Ini pernyataan paling menjengkelkan! Utk apa kami peras keringat, mengucurkan darah demi membayar Gaji kalian tiap bln, kalau hny Nyusahin Rakyat!,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
