Rocky Gerung Sentil Jokowi dan PDIP soal Islamophobia, Ruhut: Beginilah Orang Dungu Berkomentar

Rocky Gerung Sentil Jokowi dan PDIP soal Islamophobia, Ruhut: Beginilah Orang Dungu Berkomentar

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul bereaksi keras atas pernyataan-pernyataan pengamat politik, Rocky Gerung yang menyentil  Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan PDIP soal islamophobia.

Ruhut Sitompul menilai bahwa Rocky Gerung adalah orang dungu yang tak tahu apa yang ia bicarakan.

“Beginilah orang dungu berkomentar, ngebacot tapi nggak ta’u apa yang dibacoti,” kata Ruhut SItompul melalui akun twitter pribadinya pada Rabu, 16 Februari 2022.

“Bersyukur Rakyat Indonesia tercinta pada cerdas semuanya nggak bisa dikompori MERDEKA,” sambungnya.

Dalam cuitannya, Ruhut SItompul melampirkan tautan berita berjudul “Rocky Gerung Menilai Jokowi dan PDI-P Sponsori Islamophobia di Indonesia”.

Baca Juga

Adapun kritikan Rocky Gerung kepada Jokowi dan PDIP itu disampaikan melalui video berjudul”Rocky Gerung: Gagal Hasilkan Kesejahteraan, Negara Mainkan Isu Islamophobia” yang tayang di YouTube Refly Harun pada 14 Februari 2022.

Dalam video tersebut, awalnya Rocky Gerung menyebutkan bahwa jika diperhatikan, isu islamophobia ini gencar diucapkan oleh PDIP.

Selain PDIP, ia menilai bahwa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD juga sesekali mengucapkan isu ini.

“Dan kelihatannya Pak Mahfud nggak paham bahwa bahkan Amerika udah berhenti dari isu islamophopia. Rancangan undang-undang terakhir tentang Islamophobia udah diteken oleh Joe Biden,” kata Rocky Gerung.

Menurutnya, langkah Amerika Serikat di bahwa Joe Biden ini seharusnya jadi panduan Indonesia untuk mengerti bahwa bahkan di Amerika, isu Islamophobia sudah hilang.

“Dan kalau sekarang masih ada, itu artinya ada elemen dalam partai yang hanya bisa hidup dengan menunggangi isu islamophobia,” kata Rocky Gerung.

“Tentu Pak Jokowi nggak paham-paham amat karena keterbatasan beliau untuk memahami iklim fisis dalam politik,” tambahnya.

Rocky Gerung juga menilai bahwa jika islamophobia masih diucapkan ulang, maka itu akan memperkeras persaingan politik di 2024.

“Dan sudah dipastikan bahwa pemerintahan sekarang itu nggak lagi mampu untuk melanjutkan Indonesia,” kata Rocky Gerung.

“Jad,i kalau terjadi pergantian kepemimpinan, kalangan yang merasa di-islamophobia-kan itu dendamnya akan makin kuat. Itu bahayanya sebetulnya,” sambungnya.

Padahal, lanjut Rocky Gerung, hal yang diharapkan ketika Jokowi lengser adalah “mikul dhuwur, mendhem jero” dan “lengser keprabon”.

Oleh sebab itulah, menurutnya, Jokowi mestinya memberi sinyal bahwa berhentilah dengan Islamophobia.

Ia mengatakan bahwa hal ini bukan sekedar demi isu Islamophobia itu, namuan demi citra Jokowi sendiri.

“Karena dia juga akan dianggap sebagai sponsor dari Islamophobia. Terlepas dari objektifitasnya nggak, tapi orang akan menganggap bahwa Presiden Jokowi justru mensponsori Islamophobia melalui sikap diamnya terhadap isu itu,” katanya.

Rocky Gerung melanjutkan bahwa orang juga melihat  siapa yang ada di belakang Jokowi mengarahkan Isu Islamophobia.

“Ya dengan cepat orang tuding PDIP. Kan nggak mungkin PKS sebar Islamophobia, atau Demokrat atau bahkan NasDem nggak Islamophobia,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.