Terkini.id, Jakarta – Tagihan listrik yang membengkak belakangan ini ramai dibicarakan di media sosial. Hal itu membuat Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ikut berkomentar.
Menurut Roy Suryo, Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak transparan. Karenanya, Roy menantang berdebat dengan PLN secara terbuka.
“Saya bersedia berdebat dengan PLN untuk membela masyarakat soal ini secara Ilmiah dan terbuka,” kata Roy lewat pesan singkatnya pada Rabu, 10 Juni 2020 seperti dikutip dari kompascom.
Mantan wakil ketua umum Partai Demokrat tersebut menilai, membengkaknya secara tidak wajar kenaikan tagihan PLN yang dikeluhkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia, sebenarnya adalah masalah ketidakkejujuran komunikasi sejak awal.
“Sejak awal tidak diinfo petugas-petugas tidak ke rumah-rumah selama PSBB, juga tidak diinfo pelanggan-pelanggan harus memotret atau mencatat stand meter sebagai bukti,” ungkap Roy yang dikenal sebagai pakar telematika ini.
- Roy Suryo Tidak Ditahan Sebagai Tersangka, Polda Metro Jaya: Dia Kooperatif
- Roy Suryo Tak Ditahan, Ferdinand Hutahaean: Baru Sekarang Ada Kasus Penistaan Agama Tidak Ditahan
- Selesai Menjalani Pemeriksaan Lanjutan Sekitar 9,5 Jam, Polda Metro Jaya: Roy Suryo Tidak Ditahan
- Persiapan Roy Suryo dalam Pemeriksaan Lanjutan, Pengacara: Beliau Cek Kesehatan Dulu Tadi ke RS
- Roy Suryo Dijadwalkan Pemeriksaan Lanjutan 28 Juli, Warganet: Kira-kira Bakal Datang Gak Ya?
Selain itu, Roy juga mengomentari soal video animasi grafis yang dibagikan akun @pln_123 di Twitter. Video itu, menurutnya, justru terkesan tidak mengakui lemahnya komunikasi dan malah terkesan menyalahkan work from home dan bulan Ramadhan sebagai biang melonjaknya tagihan listrik para pelanggan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
