Rudi S Kamri: di Indonesia Ini Banyak Kadrun Berkeliaran Dengan Berjubah Pendakwah Agama

Rudi S Kamri: di Indonesia Ini Banyak Kadrun Berkeliaran Dengan Berjubah Pendakwah Agama

R
Resky Amaliah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat sosial politik Rudi S Kamri melalui video yang diunggah dalam Channel Youtube Kanal Anak Bangsa mengatakan dirinya merasa gemas melihat banyak kadrun yang berkeliaran di Indonesia.

“Jujur saya sebetulnya gemas atau sambil gemas saya juga geli gitu loh. Kenapa di Indonesia ini banyak kadrun berkeliaran dengan berjubah pendakwah agama dengan wajah yang katanya turunan etnis Timur Tengah dan sama orang Indonesia dielu-elukan,” ucap Rudi, seperti dikutip pada Youtube Kanal Anak Bangsa pada Senin 21 Februari 2022.

Melansir dari Wikipedia, sebutan Kadrun atau Kadal Gurun ini merupakan sebuah julukan yang ditujukan kepada orang-orang yang dianggap berpikiran sempit, untuk menstigma pihak yang dicap radikal.

Ia pun juga heran banyak dari masyakarat yang menyebut mereka sebagai habib padahal belum tentu mereka habib atau keturunan Rasulullah.

“Tapi karena dia Arab, hidungnya agak mancung, brewokan, pake gamis lalu dielu-elukan,” katanya.

“Sebetulnya yang salah bukan si orang yang mengatasnamakan dirinya Habib itu, tapi kita sendiri yang salah. Sok menghormati orang yang beretnis Arab, padahal belum tentu ilmu agamanya tinggi,” sambung Rudi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri angkat bicara terkait ceramah Habib Jafar Shodiq Alattas yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Dalam ceramahnya, ia mengajak para jemaah bahkan memprovokasi semua jemaahnya agar mengambil senjata untuk menurunkan Jokowi.

“Ini yang beredar kemarin, dia menghina Presiden Jokowi dan jelas-jelas memprovokasi Jemaah-nya untuk mengambil senjata lalu menurunkan Presiden Jokowi. Ini jelas-jelas makar,” bebernya.

Rudi pun mempertanyakan mengapa Habib Jafar tidak ditangkap dan di proses secara hukum sementara Rudi menilai pernyataan yang dilontarkan oleh Habib Jafar bisa disebut sebagai tindakan makar.

“Pertanyaannya, ini video bukan video baru, kok gak ditangkap ya? Ke mana intelijen kita?” pungkasnya.

Di akhir video Rudi juga meminta kepada Pemerintah khususnya aparat kepolisan untuk bisa menindak tegas orang-orang seperti Jafar Shodiq Alattas karena jika tidak mereka akan meracuni otak masyarakat dan para generasi muda.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.