Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengaku Pembatasan Sosial Berskala Besar akan menjadi opsi terakhir. Hal itu bila protokol kesehatan tak berjalan sebagaimana mestinya.
“PSBB itu opsi paling terakhir, jika protokol kesehatan tidak terlaksana dengan baik,” ujar Rudy, Selasa, 12 Januari 2021.
Namun untuk saat ini, Rudy menyatakan belum memikirkan untuk menarik rem mendadak dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pasalnya, hal itu akan berdampak pada lumpuhnya aktivitas ekonomi.
“Kami belum berpikir untuk melakukan PSBB, karena kalau PSBB itu sama saja kita mematikan ekonomi,” kata Rudy.
- Keputusan Bupati Gowa Berpotensi Dibatalkan BKN, Prof Zudan Soroti Masalah Prosedur dan Kewenangan
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Kembali Tetapkan Ustadz Zaitun Rasmin sebagai Ketua Umum Periode 2027--2031
- Ketua TP PKK Jeneponto Hadiri Peringatan HAN 2026, Tekankan Komitmen Lindungi Anak
- Hotel ARYADUTA Makassar Tutup Rangkaian Sapta Rasa dengan Beragam Aktivitas
- Pelaku Passobis Alamatnya Mudah Ditemukan, Influencer Keamanan Siber Ini Ungkap Identitasnya
Rudy mengatakan yang paling efektif untuk mengendalikan Covid-19 melalui protokol kesehatan. Hal tersebut, kata dia, bisa terlaksana tanpa harus PSBB
“Cukup konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data kasus Covid-19, terlihat website Pemerintah Kota Makassar tidak beroperasi selama beberapa hari terakhir.
Terlihat, Informasi kasus Covid-19 terakhir diperbarui pada tanggal 8 Januari 2021. Adapun jumlah kasus Covid-19 yang terpapar sebanyak 818.386.
Sementara yang dalam perawatan 120. 928. Jumlah pasien yang sembuh sebesar 673.511. Terakhir, jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 di Makassar sebanyak 23.947.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
