Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengaku Pembatasan Sosial Berskala Besar akan menjadi opsi terakhir. Hal itu bila protokol kesehatan tak berjalan sebagaimana mestinya.
“PSBB itu opsi paling terakhir, jika protokol kesehatan tidak terlaksana dengan baik,” ujar Rudy, Selasa, 12 Januari 2021.
Namun untuk saat ini, Rudy menyatakan belum memikirkan untuk menarik rem mendadak dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pasalnya, hal itu akan berdampak pada lumpuhnya aktivitas ekonomi.
“Kami belum berpikir untuk melakukan PSBB, karena kalau PSBB itu sama saja kita mematikan ekonomi,” kata Rudy.
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
Rudy mengatakan yang paling efektif untuk mengendalikan Covid-19 melalui protokol kesehatan. Hal tersebut, kata dia, bisa terlaksana tanpa harus PSBB
“Cukup konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data kasus Covid-19, terlihat website Pemerintah Kota Makassar tidak beroperasi selama beberapa hari terakhir.
Terlihat, Informasi kasus Covid-19 terakhir diperbarui pada tanggal 8 Januari 2021. Adapun jumlah kasus Covid-19 yang terpapar sebanyak 818.386.
Sementara yang dalam perawatan 120. 928. Jumlah pasien yang sembuh sebesar 673.511. Terakhir, jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 di Makassar sebanyak 23.947.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
