Terkini.id, Makassar – Penolakan vaksinasi bukan hanya datang dari sebagian masyarakat, disinyalir penolakan juga terjadi di tubuh tenaga kesehatan.
Alasan penolakan mulai dari kehalalan, efektivitas, hingga dugaan konspirasi.
Pemerintah perlu membangun kepercayaan publik di tengah perdebatan soal vaksin seiring dengan maraknya media sosial. Terlebih vaksinasi Covid-19 merupakan pengalaman baru bagi masyarakat kebanyakan.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan menduga penolakan tersebut lantaran tenaga kesehatan masih terkontaminasi informasi yang menyesatkan.
“Proses vaksinasi kan melalui screening setelah diteliti dan dipelajari, ada screening awal kalau tidak memenuhi syarat. Ya tidak divaksinasi,” kata Rudy, Kamis, 21 Januari 2021.
- Bandara Sultan Hasanuddin Gelar Forum Riset, Dorong Kolaborasi Penta Helix
- Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Turut Dihadiri Ketua DPRD
- Perkuat Kebersamaan Karyawan, Vasaka Hotel Makassar Gelar GSM Bertema Arabian
- Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat SDM Vokasi Otomotif
- Mercure Makassar Nexa Pettarani Luncurkan Menu Baru The Light, Tawarkan Pengalaman Kuliner Unik
Rudy pun meminta masyarakat dan tenaga kesehatan yang masih ragu melakukan vaksinasi agar tidak terpengaruh informasi hoaks.
“Sampai saat ini nakes itu sudah sekitar 500-an yang sudah divaksin, tidak ada yang mengeluh efek samping yang luar biasa, sehingga kan sudah tidak perlu ragu lagi,” ungkapnya.
Selain itu, Rudy mencontohkan beberapa nama yang tak lolos vaksinasi lantaran tak memenuhi syarat. Pasalnya, proses vaksinasi Covid-19 melalui beberapa tahap dan berjenjang.
“Pak Kapolrestabes saja tidak jadi divaksin kemarin karena tidak lolos screening, Pak gubernur juga, sehingga screening ini tidak pilih-pilih orang,” tukasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
