Masuk

Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang Sebabkan Puluhan Nyawa Melayang, Tembakan Gas Air Mata Diduga Jadi Penyebab

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Laga derbi Jatim Liga 1 Indonesia antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya berujung duka untuk sepak bola Indonesia. Seusai pertandingan, kericuhan meletus dan sebabkan puluhan nyawa melayang.

Mengutip dari Suara.com -jaringan Terkini.id, setidaknya sudah ada 77 orang tewas di dalam peristiwa ini. Meski demikian, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat banyaknya suporter yang menonton pertandingan tersebut.

Kericuhan ini sendiri diawali dengan masuknya sejumlah Aremania ke dalam lapangan untuk luapkan kekecewaan akibat kekalahan Singo Edan dari sang rival.

Baca Juga: Liga 1 Akan Dilanjutkan, Bagaimana Sistemnya?

Tidak berselang lama, aparat yang bertugas mengamankan stadion pun menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Tak pelak hal ini membuat penonton kocar-kacir dan suasana semakin rusuh.

Banyaknya jumlah suporter yang memenuhi stadion Kanjuruhan Malang pada akhirnya menyebabkan suasana makin panik karena orang-orang yang berlarian untuk menghindari gas air mata. Hal ini pula yang menyebabkan para suporter berdesak-desakan dan berujung banyak penonton yang terinjak-injak.

Peristiwa ini sendiri pun langsung direspons PSSI. Lewat rilis di laman resminya, induk sepak bola Indonesia itu bakal segera melakukan investigasi terkait peristiwa memilukan ini.

Baca Juga: TGIPF Sebut Ada Kontrak Besar Dibalik Jadwal Tayang Persebaya vs Arema FC

‘’PSSI mengecam sekali kerusuhan ini. Namun, kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam rilis tersebut.

Selain bakal turunkan tim investigasi, PSSI juga bakal memberikan sanksi, utamanya kepada tuan rumah. Salah satunya adalah potensi pelarangan menjadi tuan rumah pertandingan sepanjang musim ini.

‘’Setelah mendapat laporan PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa saja dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,’’ kata Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing selaku Ketua Komite Disiplin PSSI dalam rilis di laman resmi PSSI.

Sebagai informasi, penggunaan gas air mata di dalam stadion sejatinya dilarang oleh FIFA. Hal ini tertuang dalam pasal 19 ‘FIFA Stadium Safety and Security Regulations.’

Baca Juga: Indosiar Jawab Tuduhan Pertandingan Digelar Malam Hari Demi Iklan Rokok

Hingga berita ini diunggah, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun penyelenggara pertandingan terkait kerusuhan yang terjadi di Stadion kanjuruhan Malang tersebut.